Rabu, 28 Oktober 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 212
(Foto: Istimewa)
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah koperasi aktif binaan sebanyak 3.003 koperasi berdasarkan data per 26 Oktober 2026.
Jumlah tersebut terdiri dari 1.162 koperasi primer/sekunder tingkat provinsi dan 1.757 koperasi primer/sekunder tingkat kabupaten/kota.
"pentingnya penguatan koperasi,"
Dari sisi kinerja usaha, capaian volume usaha koperasi pada tahun 2025 mencapai Rp1.555.459.662.595. Sedangkan pada tahun 2026, volume usaha koperasi ditargetkan mencapai Rp1.711.005.628.853.
“Capaian dan target tersebut menunjukkan pentingnya penguatan koperasi yang tidak hanya berorientasi pada aspek administratif, tetapi juga pada peningkatan kinerja usaha, pengembangan inovasi, perluasan akses pembiayaan, penguatan rantai pasok, dan peningkatan transaksi usaha,” ujar Olansons Girsang, Kepala Bidang Koperasi Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Rabu (28/10).
Ia mengatakan, koperasi merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian yang berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong.
Menurutnya, koperasi perlu terus meningkatkan kapasitas kelembagaan, profesionalisme pengelolaan, inovasi produk, akses pasar, dan kemitraan usaha dalam menghadapi dinamika perekonomian, perkembangan teknologi digital, serta persaingan usaha yang semakin kompetitif.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas PPKUKM terus berupaya mendorong koperasi agar tidak hanya berkembang dari sisi kelembagaan, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas, memperluas jaringan pemasaran, memanfaatkan teknologi, serta menciptakan nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi anggota maupun masyarakat,” katanya.
Olansons menyampaikan, salah satu upaya untuk mendukung hal tersebut adalah melalui penyelenggaraan Cooperative Open Innovation Network (COIN) 2026 di Blok M Hub, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 27 hingga 29 Oktober.
Kegiatan yang mengusung tema ‘CONNECT. COLLABORATE. GROW’ ini merupakan wadah yang mempertemukan koperasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan, memperluas jejaring, mengembangkan gagasan baru, serta membangun kemitraan yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat pembinaan dan pemberdayaan koperasi, meningkatkan daya saing usaha, serta membangun ekosistem inovasi dan kolaborasi yang melibatkan koperasi, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan generasi muda.
“Melalui COIN 2026, diharapkan terbangun ekosistem koperasi yang lebih terbuka, adaptif, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kontribusi koperasi terhadap perekonomian Provinsi DKI Jakarta,” tandasnya.
Sebagai informasi, Cooperative Open Innovation Network (COIN) 2026 mencakup pameran dan bazar produk koperasi, diskusi dan talkshow, pertukaran pengetahuan, serta kegiatan networking dan business matching.
Narasumber yang hadir berasal dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian UMKM Republik Indonesia, Dekopinwil DKI Jakarta, dan Pengurus KKMP.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Kementerian/Lembaga, Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jajaran Dinas dan Suku Dinas PPKUKM, serta pengurus Koperasi di Provinsi DKI Jakarta.
Sedangkan peserta pameran terdiri dari 26 koperasi Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota binaan Dinas PPKUKM dengan kategori yang beragam seperti kuliner, fashion, jasa, dan kerajinan/kriya.
Olansons menambahkan, keluaran (output) dari pelaksanaan COIN 2026 yakni, terbangunnya jejaring dan kolaborasi antara koperasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pengembangan usaha, serta terfasilitasinya promosi produk unggulan koperasi dan terbukanya peluang pemasaran yang lebih luas melalui pameran dan bazar.
“Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas koperasi dalam mengembangkan inovasi serta meningkatkan daya saing usaha,” tandasnya.