Selasa, 27 Oktober 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 286
(Foto: Istimewa)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) menggelar Cooperative Open Innovation Network (COIN) Tahun 2026 di Blok M Hub, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 27-29 Oktober 2026
Kegiatan ini digelar dalam rangka implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 serta mempromosikan produk unggulan Koperasi di Provinsi DKI Jakarta melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).
"berkontribusi melalui penciptaan lapangan kerja,"
COIN 2026 mengusung tema ‘CONNECT. COLLABORATE. GROW’, sebagai bentuk ajakan membangun jejaring, memperkuat kolaborasi, dan mendorong koperasi tumbuh sebagai pelaku ekonomi yang modern, adaptif, serta berdaya saing.
Melalui pameran dan business matching, Dinas PPKUKM DKI Jakarta ingin mempertemukan potensi koperasi dengan kebutuhan pasar dan membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan.
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, semangat Sumpah Pemuda mengingatkan bahwa kemajuan lahir dari persatuan dan kerja bersama.
Menurutnya, semangat ini relevan dalam menyongsong 500 tahun Kota Jakarta, bahwa koperasi harus menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju kota global yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing.
“Koperasi dapat berkontribusi melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan produk lokal, dan keterlibatan dalam rantai pasok kota,” ujarnya, Selasa (27/10).
Ia menyampaikan, penandatanganan akta pendirian merupakan langkah awal yang penting dalam membangun kelembagaan koperasi. Namun, hal tersebut harus diikuti dengan operasional usaha yang nyata, profesional, dan berkelanjutan agar koperasi dapat memberikan manfaat ekonomi bagi anggota serta berkontribusi bagi perekonomian Jakarta.
Maka itu, sambungnya, diperlukan arah kebijakan yang kuat dan berkelanjutan untuk mewujudkan koperasi yang semakin modern.
“Kami berharap ke depan dapat terbentuk Peraturan Gubernur tentang Perkoperasian yang menjadi landasan lebih komprehensif bagi pembinaan, pemberdayaan, dan pengembangan sumber daya koperasi di Jakarta, sehingga pelaksanaannya semakin terarah, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.
Menurutnya, pemasyarakatan koperasi juga perlu diperluas, khususnya kepada generasi muda dan Gen Z. Ia menjelaskan, koperasi perlu hadir sebagai pilihan yang relevan bagi anak muda untuk berinovasi, berwirausaha, mengembangkan kreativitas, serta membangun usaha bersama.
“Kita juga perlu mendorong pengembangan koperasi multipihak yang membuka ruang partisipasi lebih luas bagi produsen, pekerja, konsumen, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lain sesuai kebutuhan,” katanya.
Ia menilai, penguatan koperasi bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas PPKUKM, tapi juga merupakan urusan bersama yang memerlukan dukungan perangkat daerah, BUMN/BUMD, pusat-pusat koperasi, Dekopinwil, Kadin, dunia usaha, lembaga pendidikan, lembaga pembiayaan, serta masyarakat.
“Kami berharap seluruh pihak dapat mengambil peran dalam pembinaan, pengembangan kapasitas, akses pasar, kemitraan, dan penguatan ekosistem koperasi secara terpadu,” ucapnya.
Ratu mengatakan, peran koperasi juga perlu tercermin dalam berbagai agenda pembangunan dan penilaian daerah. Pada sejumlah penilaian, seperti Kota/Kabupaten Sehat, Lomba Lurah Berprestasi, Lomba Gerakan PKK, dan Indeks Keuangan Evaluasi Daerah (IKAD), indikator koperasi menjadi salah satu aspek yang dipersyaratkan.
Karena itu, dukungan lintas sektor penting agar koperasi benar-benar tumbuh dan berkontribusi dalam pembangunan wilayah, bukan sekadar memenuhi indikator administratif.
Ia berharap COIN 2026 ini menjadi pertemuan awal dari kolaborasi nyata, sehingga koperasi terus meningkatkan kualitas produk, tata kelola, profesionalisme, dan kemampuan memenuhi kebutuhan pasar.
“Para mitra diharapkan membuka ruang kemitraan dan memberikan dukungan yang sesuai. Keberhasilan COIN bukan hanya diukur dari terselenggaranya acara, tetapi dari kerja sama dan manfaat yang berlanjut setelah kegiatan ini,” tandasnya.