Kamis, 22 Oktober 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 107
(Foto: Folmer)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat serta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta, Kamis (22/10), menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Intervensi Keamanan Pangan Terpadu.
Monev meliputi Kelurahan Pangan Aman, Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan, serta Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.
Mencakup tiga fokus utama
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin mengatakan, keamanan pangan merupakan aspek yang sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif dan sejahtera.
Pangan aman tidak hanya berkaitan dengan kualitas yang dikonsumsi, tetapi juga menyangkut perlindungan kesehatan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pembangunan lingkungan yang sehat.
"Upaya mewujudkan keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah perlu dukungan dan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, dunia pendidikan, pengelola pasar, pelaku usaha, serta organisasi kemasyarakatan," ujar Arifin.
Ia mengungkapkan, pelakssanaan program ini juga menjadi bentuk komitmen guna mendukung penyelenggaraan keamanan pangan terpadu sebagaimana diamanatkan melalui Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 113 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Keamanan Pangan Terpadu.
Menurut Arifin, program keamanan pangan terpadu di Jakarta Pusat telah dimulai melalui tahapan audiensi, pada 31 Maret lalu, dilanjutkan dengan berbagai tahapan intervensi hingga saat ini.
"Program mencakup tiga fokus utama yakni Kelurahan Pangan Aman; Sekolah yang melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan; dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas," ungkapnya.
Ia berharap peserta mengikuti kegiatan monev secara aktif, karena keberhasilan program ini diukur dari semakin meningkatnya pengetahuan, kesadaran dan perilkau masyarakat dalam menjaga keamanan pangan.
"Semoga momev menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat, langkah tindaklanjut yang jelas serta komitmen bersama untuk menjamin keberlanjutan proram di Jakarta Pusat," harapnya.
Kepala BBPOM di Jakarta, Jeffeta Pradeko Putra menjelaskan, indikator keberhasilan utama dari pelaksanaan program ini yakni tidak ditemukannya kasus keracunan pangan.
Serta, komitmen dan pemantauan mandiri secara konsisten para pemangku kepentingan (stakeholders) di tingkat kelurahan, sekolah, maupun pasar.
JeffetaIa mengungkakan, selama tahun ini pihaknya telah melakukan intervensi keamanan pangan aman di 19 kelurahan, 14 sekolah serta satu pasar.
Bahkan, beberapa wilayah dan instansi di Jakarta telah berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional, seperti Kelurahan Cempaka Putih Timur dan Cikini.
"Keberhasilan ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk memperluas replikasi program ke kelurahan, sekolah, dan pasar di Jakarta," tandasnya.