Selasa, 13 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 139
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 30 pelaku usaha dan perajin mengikuti kurasi produk kerajinan yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jakarta Utara di Ruang Bahari, Kantor Wali Kota setempat.
"Ruang evaluasi dan pembinaan"
Ketua Dekranasda Jakarta Utara, Fida Hendra mengatakan, kurasi tersebut merupakan langkah strategis untuk menggali potensi produk unggulan lokal, mulai dari aspek desain, fungsi, kemasan, hingga nilai tambah agar mampu bersaing di pasar.
"Kurasi bukan sekadar ajang penilaian, melainkan ruang evaluasi dan pembinaan agar produk naik kelas," ujarnya Selasa (13/10).
Fida menjelaskan, di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, konsumen tidak hanya mencari produk berkualitas, tetapi juga produk yang memiliki keunikan, karakter, dan narasi yang kuat.
"Para perajin harus terbuka terhadap masukan serta konsisten berinovasi agar produk binaan Dekranasda Jakarta Utara mampu menembus pameran berskala nasional hingga internasional," terangnya.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas produk kerajinan dan fesyen lokal sekaligus mendorong pertumbuhan usaha kreatif dan ekonomi para perajin di Jakarta Utara.
Kurator Dekranasda Provinsi DKI Jakarta, Dewi Assaad memaparkan, kurasi difokuskan pada pemetaan kelebihan dan kekurangan produk secara objektif agar sesuai dengan kebutuhan pasar.
"Fokus kami bukan melabeli produk itu bagus atau jelek, melainkan membimbing perajin agar memahami tren konsumen dan standar mutu, baik untuk pasar domestik maupun ekspor," ungkapnya.
Sementara itu, perajin perhiasan batu alam Nusantara asal Kelapa Gading, Itha Daniel mengaku sudah beberapa kali mengikuti kegiatan kurasi.
"Karya saya memadukan material lokal, seperti batu alam Kalimantan, dengan inspirasi ornamen tradisional Nusantara yang diolah melalui sentuhan desain modern dan elegan," bebernya.
Ia menuturkan, produknya sudah menembus pameran di New York, Amerika Serikat pada 2022 serta pameran perhiasan internasional di Hong Kong pada 2024. Salah satu koleksi unggulannya juga mengangkat filosofi budaya Melayu kuno Sumatra.
"Pesan saya untuk para pelaku usaha harus menyematkan identitas dan kearifan lokal dalam setiap karya, didukung kualitas pengerjaan, agar mampu bersaing di pasar global," tandasnya.