Senin, 27 Juli 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 133
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Sebanyak 40 pelaku ekonomi kreatif mengikuti kurasi produk pengrajin yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jakarta Barat, Senin (27/7) di Ruang Ali Sadikin, kantor wali kota setempat.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kota Jakarta Barat, Budiono mengatakan, kegiatan ini dalam rangka menyeleksi dan menempatkan produk sesuai tingkatan (grade) A, B dan C, sekaligus melakukan branding.
Memotivasi pengrajin meningkatkan kualitas produk
Menurut Budiono, kurasi bukan sekadar proses untuk menentukan produk yang terpilih dan belum terpilih. Lebih dari itu, merupakan bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas produk dan mempersiapkan para perajin agar semakin siap memasuki pasar yang lebih luas.
"Untuk dapat bersaing di pasar modern termasuk pusat perbelanjaan, sebuah produk tidak cukup hanya memiliki keunikan dan nilai budaya. Poduk juga perlu memilik kualitas baik, desain menarik, identitas yang kuat, kemasan sesuai, serta konsistensi dalam produksi," katanya, Senin (27/7).
Budiono berharap, para pengrajin dapat mengikuti proses kurasi ini dengan terbuka. Setiap masukan yang diberikan kurator diharapnya menjadi bekal untuk memperbaiki dan mengembangkan produk agar semakin berkualitas dan berdaya saing.
Meski begitu, Budiono memgingtakan, peningkatan kualitas tidak berarti harus meninggalkan identitas budaya. Kekayaan budaya, keunikan motif, keterampilan dan cerita yang melekat pada setiap karya justru menjadi kekekuatan yang membedakan produk lokal dari produk massa.
"Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata mendorong para perajin agar semakin berkualitas, semakin percaya diri, dan semakin siap membawa karya lokal ke pasar yang lebih luas," tambahnya.
Ketua Dekranasda Jakarta Barat, Ety Sartika Yuli menjelaskan, 40 peserta yang ikut kurasi diikuti pengrajin produk kreatif dari jenis fesyen, handycraf dan aksesori. "Kegiatan untuk memotivasi pengrajin meningkatkan kualitas produk mereka," ujarnya.
Dia menjelaskan, penilaian dalam kurasi ini tidak hanya terkait produk yang indah dipandang. Penilaian juga meliputi aspek produk harus memiliki kualitas yang konsisten, kemasan yang menarik, identitas yang kuat, legalitas yang lengkap, serta mampu mencerminkan nilai budaya.
"Alhamdulillah, para perajin Dekranasda hampir seluruhnya sudah memenuhi. Tentunya sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan," tandasnya.