Kamis, 01 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 160
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara memberikan pelatihan diversifikasi olahan hasil pertanian kepada 90 pelaku usaha binaan (Jakpreneur) di RPTRA Sungai Bambu, Jalan Jati Raya, RT 10/06, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok.
"Dikembangkan sebagai produk usaha"
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program rutin tahunan yang bertujuan meningkatkan keterampilan pelaku usaha dalam mengolah komoditas pertanian menjadi produk bernilai tambah.
Selain keterampilan pengolahan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai kandungan gizi makanan sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi pilihan makanan bagi keluarga.
"Pelatihan ini diharapkan meningkatkan keterampilan peserta dalam mengolah hasil pertanian sekaligus memahami kandungan gizinya. Hasilnya dapat menjadi pilihan makanan yang digemari keluarga maupun dikembangkan sebagai produk usaha," ujarnya, Kamis (1/10).
Novy menjelaskan, pelatihan menyasar 90 pelaku usaha binaan Jakpreneur yang berasal dari enam kecamatan di Jakarta Utara. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap dengan materi yang disesuaikan dengan jenis usaha masing-masing peserta.
"Untuk mendukung pengembangan usaha, peserta juga mendapatkan bantuan peralatan yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan pengembangan produk," terangnya.
Kepala Seksi Ketahanan Pangan dan Pertanian Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Solihin menambahkan, pelatihan kali ini merupakan gelombang kedua yang berfokus pada pembuatan aneka kue.
Sebelumnya, peserta telah mengikuti pelatihan pembuatan aneka minuman berbahan komoditas pertanian, seperti jahe, nanas, dan jeruk.
"Pada pelatihan kedua ini peserta dibekali keterampilan membuat Banana Chocolate Cake, Muffin Chocolate Cake, dan Brownies Kukus," ungkapnya.
Menurutnya, bantuan peralatan usaha diberikan sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan peserta. Sebanyak 30 unit juicer sudah diserahkan sebelumnya dalam rangkaian KPKP September Festival Sehat.
Selanjutnya, sebanyak 30 unit mixer diberikan kepada peserta yang bergerak di bidang pembuatan kue, roti, dan pastry. Sementara itu, 30 unit cool box dijadwalkan diserahkan pada Senin mendatang kepada pelaku usaha minuman dan makanan beku (frozen food).
"Peralatan yang diberikan harus benar-benar dimanfaatkan. Kami akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Jika tidak digunakan, bantuan dapat ditarik untuk dialihkan kepada pelaku usaha lain yang lebih membutuhkan," bebernya.
Solihin berharap, pelatihan dan bantuan peralatan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas produk, kapasitas produksi, serta pengembangan usaha.
"Program ini diharapkan turut berdampak pada peningkatan pendapatan para pelaku usaha," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang Jakpreneur dari Kelurahan Pademangan Barat, Sri Suwartini (50) mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tersebut.
Sri yang baru bergabung sebagai Jakpreneur binaan tahun ini menjalankan usaha makanan rumahan dengan menjual bakso, mi, sosis bakar, serta berbagai jajanan.
"Senang bisa langsung mendapat pembinaan dan mengikuti pelatihan. Ilmu yang diberikan bisa menjadi tambahan untuk mengembangkan usaha saya," tandasnya.