Jumat, 11 September 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 129
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Diversifikasi Pengolahan Hasil Perikanan Tahun 2026 yang digelar di Kelurahan Pulau Pari, Pulau Panggang, dan Pulau Harapan.
"Menambah nilai jual"
Pelaksana Tugas Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Andi Dala Jemma mengatakan, diversifikasi menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk menciptakan produk baru sekaligus memperluas pemasaran.
"Kami berharap peserta Bimtek bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik karena merupakan salah satu peluang untuk menambah ilmu dan pengetahuan dalam melakukan diversifikasi olahan," ujarnya, Jumat (11/9).
Andi menjelaskan, hasil perikanan tidak harus berhenti sebagai menu ikan goreng atau ikan masak. Berbagai bahan hasil perikanan dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki ciri khas dan nilai jual lebih tinggi.
Ia mencontohkan, sambal hasil olahan kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar) di Pulau Pari yang sudah dicicipinya. Produk tersebut memiliki cita rasa yang baik dan berpotensi menjadi daya tarik sekaligus produk bernilai ekonomi.
"Tadi kami sudah mencoba salah satu sambal hasil olahan dari kelompok di Pulau Pari dan rasanya enak. Ini bisa menjadi salah satu daya tarik menu sekaligus menambah nilai jual," terangnya.
Andi berharap, keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah kegiatan bimtek selesai. Pengetahuan tersebut harus diterapkan dan dikembangkan untuk memperkuat usaha yang telah dijalankan.
"Jangan hanya belajar hari ini, setelah itu selesai. Kami inginkan ibu-ibu di Kepulauan Seribu dapat mengembangkan diri, menimba ilmu dari sini, kemudian mengembangkan usahanya," ungkapnya.
Kepala Seksi Perikanan Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Gama menambahkan, Bimtek tersebut rutin dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha pengolahan hasil perikanan.
"Pesertanya dari masing-masing wilayah ada 20 orang. Mereka merupakan anggota Poklahsar," bebernya.
Ia menuturkan, pengembangan produk olahan hasil perikanan menjadi penting untuk meningkatkan daya saing usaha, terutama dalam menangkap peluang pasar dari wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu.
"Kami juga menyerahkan bantuan sarana pengolahan kepada perwakilan kelompok berupa kompor gas, chest freezer, vacuum sealer, dan selang gas. Semoga ini dapat bermanfaat," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang peserta dari Poklahsar Kreasi Bahari Pulau Panggang, Ernawati mengapresiasi pelaksanaan Bimtek dan pemberian bantuan sarana pengolahan hasil perikanan.
Ia menyampaikan, Bimtek tersebut sangat mendukung pelaku usaha dalam meningkatkan keterampilan sekaligus mengembangkan produk olahan hasil perikanan agar lebih beragam dan memiliki nilai jual.
"Terima kasih dan bersyukur mendapat ilmu baru. Semoga dengan Bimtek ini, produk kita bisa lebih beragam dan bernilai jual tinggi," tandasnya.