Warga Cipinang Melayu Budi Daya Maggot Atasi Persoalan Sampah

Rabu, 30 September 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 171

Budidaya mango cipinang melayu nurito

(Foto: Nurito)

Warga di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur terus menggalakkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program budi daya maggot. 

"Bernilai ekonomi dan dapat menambah penghasilan"

Lurah Cipinang Melayu, Arroyantoro, mengatakan, dari total sekitar 400 hingga 500 kilogram sampah organik setiap hari dimanfaatkan sebagai pakan maggot

"Saat ini rumah maggot sebagai tempat budi daya sudah ada di RW 11, 05, 12, 01, dan RW 10," ujarnya, Rabu (30/9).

Arroyantoro menjelaskan, sampah organik terlebih dahulu dimasukkan ke dalam tong berukuran jumbo untuk difermentasi selama dua hingga tiga hari. 

"Proses ini bertujuan mempercepat penguraian sampah sekaligus mengurangi bau tidak sedap sebelum digunakan sebagai pakan maggot," terangnya.

Menurutnya, maggot yang sudah berukuran besar kemudian sebagian dijual. Sedangkan, sebagian lainnya dibiarkan berkembang menjadi dewasa untuk menghasilkan telur maggot baru.

"Penjualan maggot minimal tiga hari sekali dengan jumlah sekitar 40 sampai 50 kilogram. Untuk harga eceran Rp10 ribu per kilogram dan non eceran Rp7.000 per kilogram," ungkapnya.

Arroyantoro menyampaikan, pengelolaan rumah maggot di TPS RW 11 saat ini masih dilakukan oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Namun, ke depan, masyarakat akan dilibatkan secara langsung dalam pengelolaannya.

"Kami akan memberikan pelatihan kepada warga mengenai teknik budi daya maggot. Sehingga, pengetahuan yang diperoleh tidak hanya diterapkan di TPS, tetapi dapat dikembangkan di lingkungan permukiman masing-masing," ucapnya.

Ia menambahkan, upaya pengelolaan sampah sejak dari sumber juga dilakukan melalui optimalisasi keberadaan bank sampah dan biopori jumbo.

"Semoga berbagai program ini mampu memperkuat budaya memilah sampah dari sumber sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi memiliki nilai ekonomi," harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Rudi mengaku sangat mendukung berbagai upaya mengatasi persoalan sampah, termasuk budi daya maggot.

"Penanganan sampah ini saya kira memang memerlukan peran dari masyarakat itu sendiri. Apalagi, sejatinya masih ada sampah yang bisa diolah atau dikelola menjadi bernilai ekonomi dan dapat menambah penghasilan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Maggot Asrama jati

Padepokan Restu Bumi Ciracas Olah Sampah Organik Jadi Pakan Maggot

Jumat, 31 Juli 2026 728

IMG 20260518 WA0123

Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

Senin, 18 Mei 2026 2595

DLH Luncurkan Marketplace Jual Beli Maggot di Jakarta

Dinas LH Luncurkan Marketplace Jual Beli Maggot

Jumat, 01 Agustus 2025 2667

BERITA POPULER
895 Guru PPPK Jakut dan Kepulauan Seribu Perpanjang Kontrak Kerja

Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

Senin, 28 September 2026 1307

PMI Jaksel CFD HI tiyo

Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

Minggu, 27 September 2026 1335

Hbkb rasuna said bilal

Uji Coba HBKB Dua Kali Sepekan Diminta Terbatas

Kamis, 24 September 2026 1305

Dany ramdany

Pemkot Jakpus Jamin Pengadaan Tanah Proyek MRT Thamrin - Kwitang Dilakukan Terbuka

Kamis, 24 September 2026 1156

Penataan Kawasan Unggulan Ciracas nur

Penataan Kawasan Unggulan di Ciracas Usung Konsep Penghijauan Lingkungan

Jumat, 25 September 2026 1029

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks