Selasa, 15 September 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 137
(Foto: Folmer)
Sebanyak 63 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Selasa (15/9), berhasil dijangkau petugas gabungan saat mengadakan penertiban di lingkungan Masjid Istiqlal, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Operasi yang melibatkan personel gabungan Satpol PP, Sudin Sosial Jakarta Pusat bersama petugas keamanan Masjid Istiqlal, Polri dan TNI ini, menyisir areal luar dan dalam masjid untuk menjangkau PPKS yang tinggal secara ilegal.
Mereka didata dan menjalani pembinaan humanis di panti sosial
Menurut Wakil Camat Sawah Besar, Yulia Fransiska, penertiban ini guna menjaga kenyamanan, kebersihan, serta martabat kawasan Masjid Istiqlal yang merupakan salah satu ikon di Jakarta, sekaligus menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.
"Masjid Istiqlal merupakan salah satu ikon penting Kota Jakarta yang ramai dikunjungi wisatawan local dan mancanegara setiap hari, sehingga wajib bersama dijaga ketertiban, keamanan, kenyamanan serta martabat di kawasan ini," ujar Yulia.
"Total ada 63 PPKS berhasil dijangkau dari areal luar dan dalam Masjid Istiqlal. Mereka dibawa untuk didata dan menjalani pembinaan humanis di panti sosial," ungkapnya.
Sementara Kepala Bidang Riayah Masjid Istiqlal, Zainuri Anwar menyatakan, pihaknya mendukung penuh langkah penjangkauan PPKS di areal Masjid Istiqlal yang merupakan representasi dan "wajah Indonesia" di mata pengunjung dalam maupun luar negeri, sehingga kebersihan dan keindahan harus senantiasa terjaga.
"Masjid Istiqlal tidak menyediakan fasilitas tempat tinggal. Keberadaan oknum yang tinggal secara liar berpenampilan kumuh akan merusak pemandangan serta kenyamanan jamaah. Serta disinyalir kerap dimanfaatkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk berbuat kriminal," tegasnya.
Ia menjelaskan, pengelola sudah berupaya maksimal menjaga kawasan Masjid Istiqlal dengan menerapkan jam operasional hingga pukul 22.00 malam.
Seluruh area masjid disterilkan dan dibersihkan agar kondisi lingkungan tetap harum serta nyaman saat dibuka kembali pukul 03.00.
"Namun, sebagian warga sering memanfaatkan celah pintu atau pagar untuk masuk kembali di pagi hari, bahkan melakukan aktivitas memasak yang memicu kekumuhan di dalam areal masjid," jelasnya.