Selasa, 15 September 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 168
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan mengerahkan armada mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan atau mengalami kesulitan air selama musim kemarau.
"Membantu suplai air bersih"
Kepala Satuan Tugas BPBD Wilayah Jakarta Selatan, Sukendar mengatakan, sejumlah aduan yang sempat viral di media sosial, salah satunya berasal dari kawasan Kecamatan Cilandak. Warga di kawasan permukiman mengalami kekeringan karena masih mengandalkan air tanah.
"Untuk wilayah itu sebenarnya warga yang mengadu. Kami sudah koordinasikan dan tangani. Secara teknis, kedalaman sumur warga di sana berkisar di bawah 20 meter dan pembuatannya sudah cukup lama," ujarnya, Selasa (15/9).
Sukendar menjelaskan, saat ini penanganan krisis air bersih difokuskan di sejumlah titik, di antaranya Kelurahan Pondok Labu dan Cilandak Barat.
"Untuk armada kami siap membantu suplai air bersih, tentunya juga dengan koordinasi bersama unsur terkait seperti Sudin Gulkarmat dan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan," terangnya.
Sukendar menuturkan, berdasarkan hasil peninjauan bersama pihak kelurahan serta pengurus RT/RW setempat, langkah awal untuk mengantisipasi kekeringan sumur dilakukan dengan menyiapkan sarana pendukung penarikan air dari wilayah sekitar.
"Kalau di Pondok Labu itu pihak RW sudah membuat sumur satelit yang airnya selalu mengalir. Namun, memang di sana ada pembatasan pemakaian air, khususnya di lingkup rumah kos-kosan," bebernya
Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melaporkan apabila mengalami kendala terkait ketersediaan air melalui ketua RT/RW atau kelurahan setempat. Aduan tersebut selanjutnya dapat diteruskan kepada petugas untuk mendapat penanganan secara cepat.
Sukendar menambahkan, pemerintah setempat di sejumlah wilayah juga sudah menyediakan sarana untuk menambah kedalaman sumur bor. Pemilik rumah hanya perlu menyediakan lokasi serta tempat penampungan air.
"Kami, BPBD bersama jajaran Pemkot Jakarta Selatan berkomitmen untuk terus siaga melayani kebutuhan air bersih warga selama musim kemarau ini," ucapnya.
Sukendar meminta warga yang masih menggunakan air tanah untuk beralih menggunakan layanan air bersih perpipaan yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PAM Jaya. Sehingga, nantinya wilayah tersebut juga akan menjadi Zona Bebas Air Tanah (ZOBAT).
"Sampai saat ini kami juga menggunakan air PAM Jaya dalam memenuhi atau membantu kebutuhan warga. Artinya, air masih tersedia dalam kondisi cuaca apapun," tandasnya.