Kamis, 10 September 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 153
(Foto: Nurito)
Sebanyak 16 peserta terpilih mengikuti pelatihan kerja gratis las bawah air di Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las (PPKPL) Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Pelatihan dimulai sejak 1 September"
Kepala PPKPL Condet, Benny Nusantara, mengatakan, proses seleksi peserta telah dimulai sejak pendaftaran dibuka secara daring pada Maret 2026 dengan jumlah mencapai 1.566 pendaftar.
"Pelatihan dimulai sejak 1 September dan akan berakhir hingga 12 Oktober mendatang," ujarnya, Kamis (10/9).
Benny menjelaskan, setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mendapatkan dua sertifikat, yakni sertifikat dari PPKPL dan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
"Untuk memperoleh sertifikat BNSP, peserta harus mengikuti uji kompetensi yang dijadwalkan pada 13-14 Oktober mendatang," terangnya.
Menurutnya, sebelum memasuki materi pengelasan bawah air, para peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan penyelaman. Mereka mengikuti simulasi menyelam di kolam renang Rindam Jaya, termasuk mempelajari teknik tali-temali dan berbagai keterampilan dasar lainnya.
"Peserta mendapatkan materi teori dan praktik penyelaman dengan menggunakan peralatan lengkap. Sementara itu, praktik pengelasan di dalam air dijadwalkan mulai berlangsung pada pekan depan," ungkapnya.
Benny berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius dan tidak mudah bosan. Terlebih, keterampilan las bawah air memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila ditempuh melalui lembaga pelatihan di luar.
"Ilmu yang didapat ini sangat mahal jika ditempuh dari tempat pelatihan di luar. Namun, di sini gratis," bebernya.
Salah seorang peserta, Darel Hamdani Wardana (23) mengaku tertarik mengikuti pelatihan tersebut karena ingin memperdalam keterampilan pengelasan.
"Saya pernah kuliah dengan jurusan Ilmu Kelautan di Universitas Brawijaya. Sekarang ingin mendalami ilmu bidang kelautan ke arah yang komersial. Makanya belajar underwater welding," ucapnya.
Sementara itu, peserta lainnya, Marsha (23), juga menyatakan siap mengikuti praktik pengelasan dalam air agar memiliki keterampilan yang dapat menunjang rencana kariernya di sektor kelautan dan industri lepas pantai.
"Saya ingin bekerja di laut dan juga lepas pantai atau offshore maupun di galangan kapal," tandasnya.