Kamis, 10 September 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Budhy Tristanto 157
(Foto: Nugroho Sejati)
PT MRT Jakarta (Perseroda) berencana mengembangkan kawasan Kota Tua,Jakarta Barat, sebagai ruang ketiga sekaligus transit oriented development (TOD) berkonsep placemaking.
Kepala Divisi Business Planning and Expansion MRT Jakarta, Samuel Ryan Pradipta Pranowo, dalam paparannya menyebutkan bahwa konsep placemaking merupakan perancangan dan pengelolaan ruang ketiga berkualitas yang melibatkan masyarakat atau komunitas serta pengoptimalan bisnis lokal.
Mungkin akan ada trem yang bolak-balik di dalam kawasan Kota Tua
"Kota Tua akan kami revitalisasi. Mudah-mudahan tetap hidup dengan mempertahankan identitas heritage-nya. Jadi, Chinatown-nya, Little Amsterdam-nya itu nggak hilang. Areanya akan dibuat hidup dengan kombinasi ritel, komunitas, dan lainnya,” ungkapnya.
Selain itu, ucap Samuel, Kota Tua juga akan dibuat lebih nyaman dan aman bagi pejalan kaki, baik itu area permukaan maupun bawah tanah (stasiun), serta membatasi pergerakan kendaraan pribadi.
”Ke depan mungkin akan ada trem yang bolak-balik di dalam kawasan Kota Tua,” ucapnya.
Pengembangan kawasan berkonsep placemaking, ucap Samuel, merupakan salah satu poin yang termasuk dalam program dan peta jalan implementasi Pemprov DKI Jakarta menuju 20 besar kota global dunia pada 2045.
Hal itu tercatat dalam buku Jakarta Rise #20: Langkah Menuju Kota Global Teratas yang dikeluarkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.
"Pekerjaan revitalisasi kawasan akan dilakukan setelah pembangunan proyek MRT Bundaran HI-Kota selesai. Jalur selatan ke utara tersebut ditargetkan tembus ke Kota Tua pada 2029 mendatang," ungkapnya.