Kamis, 10 September 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 197
(Foto: Anita Karyati)
Lahan tidur seluas 450 meter persegi di sisi timur belakang RPTRA Rasela, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara kini berubah menjadi ruang produktif yang mengintegrasikan pertanian, perikanan, dan peternakan perkotaan.
"Memberikan manfaat"
Lahan yang sebelumnya dipenuhi rumput liar tersebut disulap menjadi Taman Agrowisata berbasis urban farming. Keberadaannya dimanfaatkan sebagai laboratorium Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), sarana edukasi warga, sekaligus ikon wilayah.
Lurah Rawa Badak Selatan, Sutarto mengatakan, berbagai tanaman pangan dan hortikultura seperti jagung, kangkung, dan pokcoy dibudidayakan menggunakan sistem tanam di tanah maupun hidroponik.
"Kami juga mengembangkan perikanan dan peternakan melalui pembibitan ikan, budi daya maggot, serta pemeliharaan ayam dan bebek," ujarnya, Kamis (10/9).
Sutarto menjelaskan, pengelolaan taman menerapkan konsep ekonomi sirkular. Sisa olahan dapur (SOD) dimanfaatkan sebagai pakan maggot dan unggas.
"Untuk hasil panen ada yang dimanfaatkan oleh pengurus dan sebagian dijual untuk mendukung operasional taman," terangnya.
Menurutnya, selain menjadi ruang produktif, Taman Agrowisata tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi anak-anak. Mereka dapat belajar secara langsung mengenai kegiatan bercocok tanam, pemeliharaan ikan, hingga pengolahan sampah dapur.
"Anak-anak bisa belajar langsung, tidak hanya teori. Mereka bisa melihat proses menanam, memelihara ikan, hingga mengolah sampah dapur," ungkapnya.
Sutarto menambahkan, keberadaan taman tersebut bahkan menarik perhatian mahasiswa asal Korea Selatan yang berkunjung untuk melihat penerapan urban farming dan pengelolaan lingkungan.
Saat ini, pengelolaan taman dilakukan secara berkesinambungan oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), pengelola RPTRA, bersama kader PKK.
"Kami terus melakukan evaluasi dan menambah fasilitas agar pemanfaatannya semakin optimal serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang warga Plumpang, Nursyiah (40) mengaku senang mengajak anaknya beraktivitas di taman tersebut karena lokasinya berada dalam satu kawasan dengan RPTRA.
Keberadaan Taman Agrowisata membuat pilihan kegiatan anak menjadi lebih beragam. Anak-anak tidak hanya dapat bermain, tetapi juga belajar bercocok tanam dan melihat berbagai jenis hewan.
"Saya senang, apalagi sekarang sedang dirapikan. Semoga taman ini semakin cantik, nyaman, dan kami bisa lebih sering berkunjung," tandasnya.