Kuota Guru ASN Terbatas, Komisi A Minta Tenaga Pendidik Non-ASN Diberi Ruang

Selasa, 08 September 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 977

Kuota Guru ASN Terbatas, Komisi A Minta Tenaga Pendidik Non ASN Diberi Ruang

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Komisi A DPRD DKI Jakarta mengusulkan Pemprov DKI membuka peluang bagi tenaga pendidik non-ASN untuk mengatasi kekurangan guru di sejumlah sekolah.

Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono meminta, Pemprov DKI membuka peluang bagi tenaga pendidik non-ASN untuk mengatasi kekurangan guru di sejumlah sekolah.

"harus dibuka kuota yang non-ASN,"

Dikatakan Alia, kebutuhan guru di Jakarta masih cukup tinggi, sementara kuota pengangkatan guru sebagai aparatur sipil negara (ASN) terbatas. Sehingga pelibatan tenaga pendidik non-ASN dapat menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan guru.

"Memang harus dibuka kuota yang non-ASN untuk menunjang kebutuhan tenaga pendidikan buat anak-anak di Jakarta karena masih banyak kekurangan," ujar Alia, dalam rapat kerja membahas Perubahan APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026, Selasa (8/9).

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan guru harus menjadi perhatian karena pendidikan merupakan salah satu fondasi penting bagi masa depan anak-anak Jakarta. Pemprov DKI, sambung Alia, perlu memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal akibat keterbatasan jumlah guru maupun sekolah.

"Kan kita benchmark buat provinsi-provinsi lain. Jadi memang ada baiknya membuka kesempatan di jalur lain, bukan hanya dari ASN," katanya.

Alia juga mengingatkan, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan mata pelajaran. Guru juga berperan penting dalam membentuk etika, moral, perilaku, dan sikap peserta didik.

"Guru-guru kita juga bukan hanya mengajarkan pelajaran, tetapi bagaimana menjadi manusia yang berkontribusi dan yang baik dan benar," ucapnya.

Di sisi lain, Alia meminta, Pemprov DKI lebih selektif dalam menyusun anggaran pada Perubahan APBD 2026 menyusul penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) dan kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

Ia menegaskan, program yang diprioritaskan harus tetap menjaga kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung janji Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

"Harus lebih selektif tentang program-program apa yang diprioritaskan tanpa mengurangi layanan masyarakat dan juga mengedepankan janji-janji gubernur dan wakil gubernur," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Gubernur pramono Creativity Day for Teacher 2026 rezap2

Pramono Minta Guru PAUD Tanamkan Kebiasaan Pilah Sampah Sejak Dini

Kamis, 06 Agustus 2026 677

Edukasi Sekolah Siaga Kependudukan jakbar budi

Guru dan Kepala Madrasah Tsanawiyah di Jakbar Diedukasi Sekolah Siaga Kependudukan

Selasa, 04 Agustus 2026 388

Biro Dikmental Usulkan Insentif Guru Ngaji dan Petugas Rumah Ibadah pada 2027

Biro Dikmental Prioritaskan Insentif Guru Ngaji dan Petugas Rumah Ibadah

Senin, 27 Juli 2026 359

BERITA POPULER
Pjj ist

Pemprov DKI Perpanjang PJJ Sampai 8 September

Senin, 07 September 2026 7378

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy (5)

Ini Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta

Selasa, 08 September 2026 2633

Layanan transjakarta otoy 1

Pramono Imbau Warga Proaktif Urus Kartu Layanan Transportasi Gratis

Selasa, 08 September 2026 1640

TJ Kelola Angkutan Laut jati

Angkutan Laut Transjakarta Perkuat Konektivitas Kepulauan Seribu

Jumat, 04 September 2026 2865

Enam Mobil Tangki Dikerahkan Semprot Sejumlah Trotoar di Jaktim

Enam Mobil Tangki Air Bersihkan Abu Vulkanik di Sejumlah Ruas Jalan di Jaktim

Minggu, 06 September 2026 2148

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks