Minggu, 06 September 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 213
(Foto: Istimewa)
Jajaran Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, memperketat pemantauan kualitas udara guna mengetahui dampak dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/9), menyatakan bahwa tingkat paparan abu vulkanik di permukaan dapat berbeda antarlokasi, sehingga perlu dinilai berdasarkan pengukuran kualitas udara dan kondisi di lapangan.
Agar warga tahu langkah yang perlu dilakukan
Untuk itu, Dudi meminta jajarannya memperketat pemantauan kualitas udara, menindaklanjuti laporan adanya endapan abu serta memperkuat koordinasi dengan BMKG, PVMBG, BPBD, dan Dinas Kesehatan.
'Pemantauan harus menjadi dasar penyampaian peringatan dan penyesuaian langkah perlindungan warga,' ujarnya.
Dudi juga meminta jajarannya agar menyampaikan hasil pemantauan secara terbuka dan mudah dipahami
"Setiap perubahan kondisi harus segera diikuti pembaruan informasi agar warga tahu langkah yang perlu dilakukan. Perlindungan petugas kebersihan di lapangan juga harus dipastikan,” tukasnya.
Ditegaskan Dudi, masyarakat dapat memantau kondisi kualitas udara melalui udara.jakarta.go.id, serta mengikuti pembaruan resmi DLH, BPBD, dan BMKG.
"Kami imbau warga membantu anggota keluarga dan tetangga yang membutuhkan pendampingan untuk memperoleh informasi maupun pertolongan," tandasnya.