Dinkes Imbau Warga Waspada Hantavirus Tanpa Perlu Panik

Senin, 11 Mei 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 871

Cuci tangan PHBS otoy

(Foto: Ilustrasi)

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat, terdapat empat kasus Hantavirus di Jakarta sepanjang 2026, dengan tiga pasien telah sembuh dan satu lainnya masih berstatus suspek.

“Tiga orang sudah sembuh dengan gejala ringan, sementara satu orang masih suspek karena penegakan diagnosisnya masih menunggu hasil laboratorium,” ungkap Ani Ruspitawati, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (11/5).

"Jadi tidak perlu panik, tetapi tetap waspada,"

Ia menegaskan, Hantavirus bukan merupakan virus baru. Penyakit tersebut sudah lama dikenal dan selama ini terus dipantau perkembangannya oleh otoritas kesehatan.

Ani menyampaikan, penularannya terjadi melalui tikus, baik dari air liur, urine, maupun kotoran tikus yang mencemari lingkungan dan kemudian terhirup manusia melalui debu atau kontak langsung.

“Hantavirus sebetulnya virus lama, bukan seperti Covid-19 yang dulu merupakan penyakit baru. Penularannya melalui tikus, bisa dari air liur, air seni, atau kotoran tikus yang terkontaminasi ke manusia,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Hantavirus memiliki banyak varian. Namun, varian yang dapat menular antarmanusia sejauh ini hanya varian Andes yang ditemukan di Amerika Selatan dan belum pernah ditemukan di Indonesia.

“Sampai sekarang belum ada di Indonesia. Jadi kasus yang ada di sini penularannya masih dari tikus ke manusia,” katanya.

Ani mengatakan, pasien yang masih berstatus suspek saat ini menjalani isolasi sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan karena Hantavirus masuk kategori penyakit menular.

“Kalau kita menemukan suspek, prinsipnya dilakukan isolasi terlebih dahulu sampai hasil laboratorium keluar. Sejauh ini semua kasus yang muncul di Jakarta gejalanya ringan, dan tiga pasien sebelumnya sudah sembuh,” urainya.

Ani memastikan kasus yang ditemukan di Jakarta bukan berasal dari klaster tertentu, termasuk bukan dari kapal pesiar, melainkan hasil pemantauan rutin sepanjang tahun.

Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa perlu panik. Upaya pencegahan yang ditekankan antara lain menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rutin mencuci tangan, serta menggunakan masker dan alat pelindung ketika berada di area yang berpotensi terkontaminasi tikus.

“Selain itu, pengendalian tikus juga penting dilakukan,” ucapnya.

Ani menambahkan, sejauh ini jumlah kasus Hantavirus yang ditemukan di Indonesia masih terbatas. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan.

“Ini bukan penyakit baru dan selama ini terus dimonitor. Jadi tidak perlu panik, tetapi tetap waspada dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Puskesmas Kecamatan Taman Sari Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hantavirus

Puskesmas Taman Sari Gencar Sosialisasikan Pencegahan Hantavirus

Senin, 11 Mei 2026 728

Perubahan Cuaca Picu ISPA, Masyarakat Diminta Perketat PHBS

Perubahan Cuaca Picu ISPA, Masyarakat Diminta Perketat PHBS

Selasa, 09 Desember 2025 1001

Panas Ekstrem jati

Dinkes DKI Ingatkan Dampak El Nino Ekstrem bagi Kesehatan

Rabu, 29 April 2026 1246

BERITA POPULER
Penertiban PKL Sungai Bambu anita 01

Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

Rabu, 21 Oktober 2026 2486

Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 2975

Puskesmas matraman otoy

Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 3916

Bpbd omc ist

Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

Rabu, 21 Oktober 2026 1162

Edukasi Pilah Sampah pulau panggang anita

Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

Selasa, 20 Oktober 2026 1255

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks