Dinkes Imbau Warga Waspada Hantavirus Tanpa Perlu Panik

Senin, 11 Mei 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 385

Cuci tangan PHBS otoy

(Foto: Ilustrasi)

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat, terdapat empat kasus Hantavirus di Jakarta sepanjang 2026, dengan tiga pasien telah sembuh dan satu lainnya masih berstatus suspek.

“Tiga orang sudah sembuh dengan gejala ringan, sementara satu orang masih suspek karena penegakan diagnosisnya masih menunggu hasil laboratorium,” ungkap Ani Ruspitawati, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (11/5).

"Jadi tidak perlu panik, tetapi tetap waspada,"

Ia menegaskan, Hantavirus bukan merupakan virus baru. Penyakit tersebut sudah lama dikenal dan selama ini terus dipantau perkembangannya oleh otoritas kesehatan.

Ani menyampaikan, penularannya terjadi melalui tikus, baik dari air liur, urine, maupun kotoran tikus yang mencemari lingkungan dan kemudian terhirup manusia melalui debu atau kontak langsung.

“Hantavirus sebetulnya virus lama, bukan seperti Covid-19 yang dulu merupakan penyakit baru. Penularannya melalui tikus, bisa dari air liur, air seni, atau kotoran tikus yang terkontaminasi ke manusia,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Hantavirus memiliki banyak varian. Namun, varian yang dapat menular antarmanusia sejauh ini hanya varian Andes yang ditemukan di Amerika Selatan dan belum pernah ditemukan di Indonesia.

“Sampai sekarang belum ada di Indonesia. Jadi kasus yang ada di sini penularannya masih dari tikus ke manusia,” katanya.

Ani mengatakan, pasien yang masih berstatus suspek saat ini menjalani isolasi sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan karena Hantavirus masuk kategori penyakit menular.

“Kalau kita menemukan suspek, prinsipnya dilakukan isolasi terlebih dahulu sampai hasil laboratorium keluar. Sejauh ini semua kasus yang muncul di Jakarta gejalanya ringan, dan tiga pasien sebelumnya sudah sembuh,” urainya.

Ani memastikan kasus yang ditemukan di Jakarta bukan berasal dari klaster tertentu, termasuk bukan dari kapal pesiar, melainkan hasil pemantauan rutin sepanjang tahun.

Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa perlu panik. Upaya pencegahan yang ditekankan antara lain menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rutin mencuci tangan, serta menggunakan masker dan alat pelindung ketika berada di area yang berpotensi terkontaminasi tikus.

“Selain itu, pengendalian tikus juga penting dilakukan,” ucapnya.

Ani menambahkan, sejauh ini jumlah kasus Hantavirus yang ditemukan di Indonesia masih terbatas. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan.

“Ini bukan penyakit baru dan selama ini terus dimonitor. Jadi tidak perlu panik, tetapi tetap waspada dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Puskesmas Kecamatan Taman Sari Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hantavirus

Puskesmas Taman Sari Gencar Sosialisasikan Pencegahan Hantavirus

Senin, 11 Mei 2026 226

Perubahan Cuaca Picu ISPA, Masyarakat Diminta Perketat PHBS

Perubahan Cuaca Picu ISPA, Masyarakat Diminta Perketat PHBS

Selasa, 09 Desember 2025 610

Panas Ekstrem jati

Dinkes DKI Ingatkan Dampak El Nino Ekstrem bagi Kesehatan

Rabu, 29 April 2026 656

BERITA POPULER
183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

Selasa, 12 Mei 2026 1156

Hewan kurban sapi bilal

Pramono Pastikan Harga Hewan Kurban Masih Terkendali

Selasa, 12 Mei 2026 1077

Rano KJMU Mahasiswa UHAMKA bilal

Rano Serahkan KJMU ke Mahasiswa UHAMKA

Jumat, 08 Mei 2026 1651

IMG 20260512 WA0139

Munjirin Resmikan Gerakan Pilah Sampah di Kelurahan Penggilingan

Selasa, 12 Mei 2026 744

PSX 20260511 153207

Raperda Kesehatan Prioritaskan Layanan Dasar hingga Kelompok Rentan

Senin, 11 Mei 2026 963

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks