Sabtu, 05 September 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 343
(Foto: Reza Pratama Putra)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menginginkan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif (Ekraf) di Ibukota.
"Kita butuh fokus yang besar"
Hal ini disampaikan Rano saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gekrafs DKI Jakarta di M Bloc Live House, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Rano mengatakan, keberadaan Gekrafs dapat membantu Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memetakan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif di berbagai wilayah Jakarta.
"Jika memaknai sebuah gerakan, tentu memerlukan tenaga yang besar. Jakarta semakin hari semakin berkembang, sehingga kita butuh fokus yang besar pula untuk menggarap berbagai subsektor ekonomi kreatif," ujarnya, Sabtu (5/9).
Rano menjelaskan, pengembangan ekonomi kreatif perlu dilakukan secara merata dan tidak hanya berpusat di wilayah Jakarta Selatan. Untuk itu, keberadaan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gekrafs di berbagai wilayah dinilai penting untuk memperluas jangkauan pengembangan sektor tersebut.
"Pemprov DKI saat ini terus membenahi infrastruktur pendukung, tata kelola ruang publik, hingga berbagai aspek perizinan pertunjukan. Langkah ini dilakukan untuk mendorong Jakarta menjadi kota global yang memiliki ekosistem ekonomi kreatif kuat," terangnya.
Menurutnya, kontribusi sektor Ekraf terhadap perekonomian Jakarta. Pada triwulan II-2026, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat sebesar 5,52 persen dengan kontribusi 16,15 persen terhadap perekonomian nasional. Sementara itu, tingkat inflasi pada Juli 2026 tercatat 2,5 persen.
"Kekuatan Jakarta ada pada ekonomi kreatifnya. Penguatan basis data dan literasi budaya seperti pendataan kuliner khas hingga seni rupa menjadi kunci agar ekosistem ini terus hidup dan berdampak," ungkapnya.
Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian menuturkan, penguatan literasi dan akses pembiayaan berbasis kekayaan intelektual menjadi hal penting bagi pelaku usaha kreatif.
"Gekrafs mengusung pilar 4L, yakni Literasi, Lahirnya Pengusaha Baru, Luasnya Lapangan Kerja, dan Lestarinya Produk Kreatif serta program delapan Asta Karya untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional," bebernya.
Sementara itu, Ketua DPW Gekrafs DKI Jakarta, Farazandi Fidinansyah menegaskan, jajarannya siap berkolaborasi aktif dengan Pemprov DKI Jakarta selama periode kepengurusan 2026-2029, termasuk dalam menyemarakkan berbagai agenda menuju 500 tahun Jakarta.
Ia memaparkan, sektor Ekraf saat ini berkontribusi sekitar 10,8 hingga 11,15 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta. Kontribusi tersebut mayoritas berasal dari subsektor kuliner, fesyen, dan film.
"Selama tiga tahun masa kepengurusan ke depan, kami juga berkomitmen mendorong hadirnya Peraturan Daerah (Perda) Ekonomi Kreatif di DKI Jakarta bersama pihak legislatif untuk memperkuat payung hukum yang saat ini masih berbasis Peraturan Gubernur," tandasnya.