Jumat, 07 Agustus 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 78
(Foto: Istimewa)
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis perekonomian DKI Jakarta pada triwulan II 2026 tumbuh kuat sebesar 5,52 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional yang tercatat sebesar 5,29 persen (yoy).
Kinerja positif tersebut ditopang oleh permintaan domestik yang tetap solid, investasi yang terakselerasi, serta kinerja lapangan usaha utama.
"berada pada tren positif yang solid,"
Dari sisi permintaan, Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 5,18 persen (yoy) yang didukung oleh maraknya penyelenggaraan event besar seperti Jakarta Fair dan periode libur sekolah.
Sementara itu, Investasi (PMTB) tumbuh 6,52 persen (yoy) dan Konsumsi Pemerintah tumbuh tinggi sebesar 14,70 persen (yoy) seiring penyaluran gaji ke-13 ASN, serta percepatan belanja program prioritas. Dari sisi eksternal, Ekspor Barang dan Jasa juga tumbuh sebesar 9,82 persen (yoy).
Dari sisi Lapangan Usaha (LU) dan sektor-sektor pendukung ekonomi, pertumbuhan DKI Jakarta didorong oleh kinerja positif LU Perdagangan Besar dan Eceran yang tumbuh 6,83 persen (yoy) serta LU Konstruksi yang tumbuh 5,96 persen (yoy).
Kinerja sektor terkait ekonomi kreatif (Ekraf) juga menunjukkan penguatan nyata. LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (kuliner/pariwisata) tumbuh kuat sebesar 9,52 persen (yoy) sejalan dengan peningkatan kunjungan wisatawan dan akomodasi hotel.
Sementara itu, LU Informasi dan Komunikasi tumbuh sebesar 5,97 persen (yoy), mencerminkan pesatnya layanan dan transaksi berbasis aplikasi, konten, dan media digital di Jakarta.
Sektor kreatif lainnya seperti fesyen dan kerajinan (kriya) turut mencatatkan perluasan pasar melalui dorongan digitalisasi sistem pembayaran dan perluasan ekosistem QRIS yang semakin inklusif.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Bambang Arianto mengatakan, perekonomian DKI Jakarta diprakirakan tetap tumbuh kuat ke depan didukung oleh terjaganya permintaan domestik, keberlanjutan pengerjaan proyek strategis nasional maupun daerah, serta maraknya agenda MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dan event kebudayaan hingga akhir tahun.
Menurutnya, stabilitas inflasi yang terjaga dalam kisaran sasaran serta akselerasi transformasi digital di tengah ketidakpastian kondisi global, diharapkan menjadi tumpuan utama penopang daya beli masyarakat.
“Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jakarta secara keseluruhan pada tahun 2026 berada pada tren positif yang solid, selaras dengan penguatan posisi Jakarta sebagai pusat bisnis dan jasa berskala internasional,” ujarnya, Jumat (7/8).
Ia menyampaikan, Bank Indonesia (BI) secara konsisten mengambil peran aktif sebagai fasilitator dan akumulator pertumbuhan pilar ekonomi baru, khususnya Ekonomi Kreatif (Ekraf).
Melalui program pendampingan UMKM, peningkatan kapasitas wirausaha muda, hingga fasilitasi pembiayaan inklusif, BI berfokus memperkuat rantai nilai ekonomi kreatif agar mampu meningkatkan daya saing global, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB Jakarta.
Selanjutnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas serta akselerasi pertumbuhan ekonomi.
Sebagai langkah konkret penguatan ekosistem tersebut, BI bersama Pemprov DKI Jakarta menyiapkan penyelenggaraan Jakarta Economic Forum (JEF) 2026.
“Forum ini dirancang sebagai platform kolaboratif mendalam yang mempertemukan para pembuat kebijakan, akademisi, pelaku industri, hingga investor untuk menggali gagasan, strategi, dan inovasi pengembangan ekonomi kreatif dari berbagai kalangan,” tuturnya.
Ia berharap, penyelenggaraan JEF 2026 diharapkan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang konkret serta membuka ruang kemitraan strategis baru bagi para pemangku kepentingan.
“Sinergi erat ini menjadi kunci utama untuk mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi Jakarta yang tinggi, inklusif, hijau, dan berkelanjutan sebagai kota global yang berdaya saing,” tandasnya.