Jumat, 04 September 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 68
(Foto: Istimewa)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong terbukanya peluang kerja sama internasional di bidang teknologi dan pengembangan layanan perkotaan.
Salah satunya melalui pertemuan antara Perumda Air Minum Jaya (PAM JAYA) dengan Guangzhou Water Investment Group yang difasilitasi oleh ATTEC (Asian Trade, Tourism, and Economics Council) dan dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo.
"Kami melihat ini sebagai peluang,"
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha dan institusi di Jakarta dengan mitra potensial di Guangzhou, khususnya dalam pengembangan teknologi pengelolaan air.
Dalam pertemuan ini, PAM JAYA menyampaikan kebutuhan untuk mencari mitra strategis dalam penyediaan smart water meter sebagai bagian dari upaya modernisasi sistem layanan air di Jakarta.
Vice President of Strategy & Business PAM JAYA, Siti Harni, menyampaikan kebutuhan dan peluang pengembangan kerja sama di bidang smart water meter. Menanggapi hal tersebut, Guangzhou Water Investment Group menyatakan ketertarikannya untuk menjajaki peluang bisnis dan kerja sama lebih lanjut dengan PAM JAYA.
Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengapresiasi ATTEC yang memfasilitasi pertemuan PAM JAYA dengan calon mitra dari Guangzhou. Menurutnya, forum tersebut menjadi peluang untuk membuka akses terhadap teknologi, pengetahuan, dan pengalaman internasional yang dapat mendukung transformasi layanan publik di Jakarta.
“Jakarta sangat terbuka terhadap kemitraan strategis yang berbasis pada transfer teknologi dan pengetahuan. Kami melihat ini sebagai peluang untuk saling bertukar pengalaman dalam modernisasi layanan air, termasuk penerapan smart metering dan upaya peningkatan efisiensi pengelolaan air,” ujar Ratu, Jumat (4/9).
Ratu mengatakan, penjajakan kerja sama tersebut sejalan dengan arah transformasi Jakarta yang menempatkan pengelolaan air perkotaan sebagai salah satu agenda penting.
Menurutnya, penerapan teknologi smart metering juga berpotensi mendukung peningkatan akurasi pemantauan penggunaan air serta penguatan efisiensi operasional dan pengendalian kehilangan air (non-revenue water/NRW).
“Pertemuan yang difasilitasi ATTEC ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pembahasan teknis yang lebih konkret antara PAM JAYA dan Guangzhou Water Investment Group,” katanya.
Ratu menjelaskan, ke depan, kedua pihak dapat mendalami aspek teknologi, kebutuhan layanan, skema kerja sama, serta peluang bisnis dalam penyediaan smart water meter.
Ia menambahkan, melalui fasilitasi ATTEC, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus membuka ruang kolaborasi antara institusi di Jakarta dan mitra internasional untuk mendukung pengembangan teknologi serta peningkatan kualitas layanan perkotaan yang modern, efisien, dan berkelanjutan.
“Harapannya, pertemuan ini tidak berhenti pada penjajakan, tetapi dapat dilanjutkan dengan audiensi teknis dan pertukaran pengetahuan antara PAM JAYA dengan Guangzhou Water Investment Group, sehingga peluang kolaborasi yang konkret dapat diwujudkan,” tandasnya.