Kamis, 03 September 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 227
(Foto: Istimewa)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) terus memperkuat wawasan dan jejaring kerja sama internasional.
Salah satunya melalui pertemuan yang mempertemukan Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman; Acting Konsul Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou, Andalusia Tribuana Tungga Dewi; Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo; serta Ketua Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC), Budihardjo Iduansjah.
"Ini menjadi pembelajaran penting,"
Pertemuan tersebut diinisiasi oleh ATTEC bersama Kementerian UMKM RI sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring dan pertukaran pengetahuan terkait pengembangan industri dan perdagangan. Forum ini menjadi ruang diskusi mengenai potensi pembelajaran dari perkembangan industri dan perdagangan di Guangzhou serta peluang penguatan ekosistem usaha di Jakarta.
Salah satu pembahasan utama adalah mengenai strategi pengembangan industri di Guangzhou. Penguatan industri dilakukan dengan memperkokoh industri dasar sebagai fondasi, kemudian dilanjutkan dengan proses hilirisasi untuk mendorong peningkatan nilai tambah produk.
Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, pengalaman Guangzhou menjadi salah satu pembelajaran penting bagi Jakarta dalam melihat pengembangan industri secara lebih terintegrasi. Menurutnya, penguatan industri tidak hanya berhenti pada perdagangan produk akhir.
“Fondasi industri dasar diperkuat terlebih dahulu, kemudian hilirisasi didorong untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar. Ini menjadi pembelajaran penting bagi kita dalam melihat bagaimana industri dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujar Ratu, Kamis (3/9).
Ia menilai, penguatan industri juga perlu berjalan beriringan dengan pengembangan pasar. Ratu menyampaikan, Jakarta memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan dan jasa dengan ekosistem pasar yang besar, sehingga perlu terus dioptimalkan untuk mendukung penyerapan produk industri maupun UMKM.
Dalam pertemuan tersebut turut dibahas konsep captive market, khususnya dalam konteks penguatan pasar perdagangan grosir (wholesale) di Jakarta.
Ia menjelaskan, pengembangan pasar yang memiliki basis permintaan dan jaringan penyerapan yang kuat dinilai dapat memberikan kepastian pasar sekaligus mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produknya.
"Produk kita bisa berkembang tidak hanya bergantung pada kemampuan produksinya, tetapi juga bagaimana kita membangun pasarnya. Jakarta punya kekuatan sebagai pusat perdagangan dengan pasar yang besar. Ini yang perlu kita optimalkan agar industri dan UMKM memiliki akses pasar yang kuat,” jelasnya.
Ratu mengatakan, pertukaran pengalaman dengan Guangzhou juga menjadi bagian dari upaya Dinas PPKUKM untuk memperluas perspektif dalam pengembangan sektor perindustrian dan perdagangan di Jakarta.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, serta jejaring internasional dinilai penting untuk membuka peluang kerja sama dan memperkuat daya saing pelaku usaha.
Ratu berharap, jejaring kerja sama antara Jakarta dan Guangzhou dapat terus diperkuat melalui pertemuan ini, khususnya dalam pertukaran pengetahuan, pengembangan industri berbasis nilai tambah, perluasan akses pasar, serta pembukaan peluang kerja sama perdagangan dan investasi yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha di Jakarta.
“Jakarta perlu terus belajar dari kota-kota yang memiliki ekosistem industri dan perdagangan yang kuat. Yang kita ambil bukan hanya modelnya, tetapi bagaimana pengalaman tersebut dapat kita adaptasi sesuai karakter dan kebutuhan Jakarta,” tandasnya.