Jumat, 04 September 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 148
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan memberdayakan sebanyak 21 anggota Korps Sukarela (KSR) untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan dan penanganan bencana di wilayah Jakarta Selatan maupun dalam operasi berskala nasional.
"Bermanfaat bagi masyarakat"
Ketua PMI Jakarta Selatan, Mundari mengatakan, KSR merupakan wadah pengabdian nyata bagi para relawan PMI. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari alumni Palang Merah Remaja (PMR), fasilitator, hingga masyarakat umum di wilayah Jakarta Selatan.
"KSR PMI Jakarta Selatan Angkatan XVI kemarin sudah kita kukuhkan. Mereka dibekali pendidikan dan pelatihan dasar agar saat turun ke lapangan benar-benar memahami situasi operasi PMI, baik untuk penanganan di wilayah Jakarta Selatan maupun bencana skala nasional," ujarnya, Jumat (4/9).
Mundari menjelaskan, para peserta mengikuti serangkaian pendidikan dan pelatihan yang meliputi materi dasar hingga praktik lapangan di Selabintana, Sukabumi, Jawa Barat, selama kurang lebih tiga minggu.
"Selama pelatihan peserta dibekali berbagai keterampilan, di antaranya kepalangmerahan, pertolongan pertama, perawatan keluarga, evakuasi dari ketinggian, teknik bertahan hidup, serta koordinasi lintas sektor," terangnya.
Menurutnya, pembekalan tersebut melibatkan sejumlah instansi yang memiliki kompetensi di bidang terkait, seperti Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta TNI.
Pascapengukuhan, para anggota KSR akan langsung terlibat dalam berbagai kegiatan operasional PMI, mulai dari piket posko, pelayanan kesehatan, penanggulangan bencana, hingga pembinaan PMR.
"Pesan kami tentunya agar mereka mengimplementasikan apa yang didapatkan selama pelatihan, sehingga nantinya mereka bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam hal kemanusiaan," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu anggota KSR PMI Jakarta Selatan dari unsur masyarakat umum, Rizky menyatakan kesiapannya untuk mendedikasikan diri dalam berbagai tugas kemanusiaan melalui PMI.
Ia menyadari pendidikan dan pelatihan yang diikutinya didukung melalui Bulan Dana PMI yang bersumber dari masyarakat. Untuk itu, ia berkomitmen memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
"Saya siap mengabdi untuk kepentingan kemanusiaan. Pendidikan ini menggunakan anggaran Bulan Dana dari masyarakat, saya berkomitmen mengembalikannya dalam bentuk pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui PMI," tandasnya.