Senin, 31 Agustus 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 131
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan optimistis perolehan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) di Jakarta Selatan tahun ini dapat melampaui target Rp 9 miliar.
"Pelayanan kemanusiaan"
Optimisme tersebut disampaikan Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo bersama Ketua PMI DKI Jakarta, Beky Mardani, dan Ketua Bulan Dana PMI Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim, dalam peluncuran Bulan Dana PMI di Ruang Antasari, Kantor Wali Kota setempat.
Syafrin mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jakarta Selatan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan penggalangan dana kemanusiaan tersebut.
"PMI selalu hadir dan turun langsung setiap kali terjadi bencana atau musibah. Aksi kemanusiaannya tidak hanya menjangkau wilayah Jakarta Selatan, tetapi juga daerah lain seperti kejadian kebakaran di Kemayoran, kecelakaan kereta api di Bekasi, hingga bencana di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan NTT," ujarnya, Senin (31/8).
Syafrin menjelaskan, penggalangan dana tahun ini akan mengoptimalkan transaksi digital melalui QRIS untuk memaksimalkan penghimpunan sekaligus menjaga akuntabilitas. Meski demikian, metode penggalangan dana lainnya tetap digunakan.
"Kami mengoptimalkan penggunaan QRIS agar seluruh transaksi dapat dimonitor secara langsung dan dana yang terkumpul dapat segera masuk ke rekening resmi. Sehingga, diharapkan masyarakat bisa mulai berdonasi dari hal-hal kecil tanpa harus menunggu punya tabungan banyak. Jika dilakukan secara bersama-sama, kontribusi kecil tersebut akan bermanfaat besar," terangnya.
Ketua PMI DKI Jakarta, Beky Mardani meyakini Jakarta Selatan memiliki potensi besar untuk mencapai bahkan melampaui target tersebut. Terlebih, menurutnya, terdapat dukungan kepemimpinan baru di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Selatan.
"Bulan Dana merupakan ruh atau darah bagi PMI. Manfaat dari dana yang terkumpul akan dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan kemanusiaan. Pengelolaan dana ini juga dipertanggungjawabkan secara transparan dan melalui proses audit oleh akuntan publik," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Bulan Dana PMI Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim memaparkan, media penggalangan dana yang digunakan tahun ini meliputi map list, amplop, proposal, kupon, dan QRIS. Penggalangan dana berlangsung mulai 1 September hingga 30 November 2026.
"Media penggalangan tersebut disalurkan melalui instansi pemerintah, BUMN, BUMD, pihak swasta, lembaga pendidikan, tempat hiburan, serta pelaku usaha di wilayah Jakarta Selatan," bebernya.
Firmanuddin menambahkan, pada 2025 Bulan Dana PMI di Jakarta Selatan berhasil menghimpun Rp 9.024.842.267. Perolehan tersebut mencapai 100,28 persen dari target Rp 9 miliar dan meningkat dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai Rp 8.532.195.943.
"Meskipun tidak mudah, dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong dari seluruh komponen masyarakat, dunia usaha, dan instansi pemerintah, kami optimistis target Rp 9 miliar pada tahun 2026 ini dapat kembali tercapai dan bahkan terlampaui," tandasnya.