Selasa, 01 September 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 251
(Foto: Istimewa)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Asosiasi Trade, Tourism and Economic Center (ATTEC) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) kembali akan menggelar Jakarta International Trade, Tourism and SMEs Expo (JITEX) 2026.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, JITEX 2026 akan berlangsung pada 16-19 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan mengusung tema ‘One Vision: Ignite The Economy’.
"memperkuat kolaborasi,"
JITEX 2026 akan menghadirkan rangkaian kegiatan mulai dari Local Product & Trade Exhibitions, Unveils International Exhibitions, Business Matching, Investment Forum, Talkshow & Workshop, hingga Cultural Performance dan Entertainment.
Tak hanya itu, HIPPINDO akan mengundang buyers dari luar negeri dan investor untuk hadir di JIExpo pada gelaran JITEX 2026.
Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Yustinus Prastowo mengapresiasi penyelenggaraan JITEX 2026 yang untuk pertama kalinya digelar melalui pembiayaan dari asosiasi usaha tanpa menggunakan APBD.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa konsep creative financing tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan sektor swasta.
“Ini tahun ketiga dan kali pertama diselenggarakan oleh teman-teman asosiasi usaha tanpa APBD. Jadi ternyata creative financing tidak hanya Pemprov DKI. Private sector juga membantu creative financing dan kami mengapresiasi itu,” ujar Yustinus, saat Konferensi Pers JITEX 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (1/9).
Yustinus mengatakan, JITEX 2026 merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), bersama HIPPINDO.
Ia menilai, kegiatan tersebut dapat memperkuat ekosistem perdagangan, investasi, pariwisata, sekaligus pemberdayaan UMKM di Jakarta.
Yustinus menyampaikan, JITEX 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan strategis Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya, Jakarta telah menggelar Jakarta Asset Forum & Expo pada awal Agustus dan Jakarta Investment Festival pada pekan sebelumnya.
“Kami rasa akan menjadi hal yang sangat bagus jika kita menghitung kegiatan bukan dari jumlah event-nya saja, tapi kita bisa mengukur dampaknya, sekaligus menjadikan ini sebagai batu uji untuk memperkuat kolaborasi,” katanya.
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta sebesar 5,52 persen pada triwulan II 2026 menunjukkan posisi penting Jakarta sebagai kota jasa dan perdagangan. Kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional tercatat mencapai 16,32 persen, sementara sektor perdagangan besar dan eceran memberikan kontribusi sebesar 18,24 persen.
Karena itu, menurutnya, penguatan ekosistem usaha perlu diikuti regulasi, administrasi, dukungan teknis, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Tanpa SDM yang unggul, yang bisa menjawab kebutuhan dunia usaha, tentu Jakarta akan menyia-nyiakan opportunity yang tersedia,” ucapnya.
Yustinus berharap, JITEX tidak hanya menjadi forum pertemuan antara pemerintah dan sektor swasta, tetapi berkembang menjadi forum multipihak yang mampu memberikan masukan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha saat berinteraksi dengan pemerintah.
Ia juga juga mendorong keterlibatan aktif seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam JITEX, tidak hanya pada aspek seremonial, tetapi juga dalam menindaklanjuti berbagai kebutuhan pelaku usaha.
“Saya berharap penyelenggaraan JITEX dapat mendorong UMKM benar-benar naik kelas melalui sistem penilaian yang jelas. Selama ini ‘naik kelas’ cuma menjadi jargon. Jadi mudah-mudahan juga dirancang suatu sistem penilaian, pemberian rapot, dan kenaikan kelasnya. Sehingga kita betul-betul mengembangkan UMKM yang akan punya daya saing yang tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, JITEX 2026 memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM Jakarta untuk memperoleh buyers serta pengalaman memperluas pasar hingga tingkat global.
“Kita harapkan bahwa para pelaku usaha di Jakarta, khususnya pelaku UMKM, bisa mendapatkan buyers serta pengalaman bagaimana apabila ingin berdagang atau memperluas usahanya di level global,” tandasnya.