Warga Kwitang Antusias Tukar Sampah dengan Bahan Pangan Bergizi

Kamis, 03 September 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 178

IMG 20260903 WA0038

(Foto: Folmer)

Warga Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, antusias menukar sampah organik dan anorganik dengan bahan pangan bergizi serta uang tunai.  

Inovasi yang diinisiasi Lurah Kwitang, Ferry Zahrudin, bertujuan memangkas penumpukan sampah di tingkat pemukiman sekaligus meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dari sembilan RW di wilayahnya.  

Pengumpulan sampah dari sumbernya dilakukan secara fleksibel.

Ferry mengatakan, penyetoran dan penimbangan sampah anorganik dan organik akan dilaksanakan setiap Jumat pagi di halaman kantor kelurahan.  

"Pengumpulan sampah dari sumbernya dilakukan secara fleksibel. Warga dapat langsung memanfaatkan layanan jemput bola di setiap pos RW," ujar Ferry, Kamis (3/9). 

Ia mengungkapkan, inovasi yang mulai dilaksanakan pekan ini bersinergi dengan Tim Penggerak PKK, dan mitra Corporate Social Responsibility (CSR) dan Kelurahan Kwitang sebagai tindaklanjut dari Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.

Dijelaskannya, dalam program ini warga akan menyetorkan sampah anorganik yang dikumpulkan selama sepekan untuk dijual seharga Rp 4.000 dan sampah organik dijual Rp 3.000 perkilogram. 

"Sampah anorganik yang dikumpulkan akan dijual ke pengepul barang bekas. Sementara organik disetor ke Sudin LH Jakpus untuk diolah menjadi pupuk kompos cair dan padat termasuk pangan budidaya maggot," ungkapnya. 

Ia menyebutkan, sampah anorganik dan organik yang disetor akan dihitung nilai rupiah dan dapat ditukarkan dengan bahan pangan bergizi seperti sayuran dan ubi - ubian. 

"Kami mengevaluasi inovasi penukaran sampah dengan bahan pangan bergizi bisa juga ditukar dengan bahan pokok seperti minyak goreng ke depan," jelasnya. 

Sementara Sherly, warga RW 04 Kwitang menyambut positif inovasi penukaran sampah yang dikumpulkan untuk ditukarkan bahan pangan bergizi. 

"Saya yakin semakin banyak warga Kwitang yang akan termotivasi melakukan pemilahan sampah dari sumbernya untuk ditukar dengan bahan pangan bergizi," paparnya. 

Dia menyebutkan, sebagian besar warga tidak menilai besaran nominal uang yang diperoleh dari hasil penyetoran sampah yang dibuka di kantor Kelurahan Kwitang. 

"Sebagian besar warga di Kwitang berfokus bagaimana sampah dapat berkurang di lingkungan, bukan besaran nilai penghasilan yang diperoleh," tandasnya. 

BERITA TERKAIT
Pengolahan sampah jakbar budi2

Pemkot Jakbar Rancang Pengembangan Produk Pengolahan Sampah Berkelanjutan di Kembangan

Jumat, 21 Agustus 2026 358

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik

Selasa, 11 Agustus 2026 1041

Dinas LH Gerak Cepat Pulihkan Kebersihan Jakarta Pasca penyampaian Aspirasi

Dinas LH DKI Gercep Tangani Sampah Pasca-Aksi Penyampaian Pendapat

Jumat, 28 Agustus 2026 526

BERITA POPULER
CKG Terintegrasi Tracing TB jaksel otoy

Warga Kebayoran Lama Selatan Diberi Layanan CKG

Selasa, 01 September 2026 1271

2.200 Lansia Ikuti Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jaktim

Lansia di Jaktim Dimotivasi Terapkan Pola Hidup Sehat dan Produktif

Kamis, 03 September 2026 750

IMG 20260903 WA0080

Gagasan Mahasiswa Penting untuk Bangun Kebijakan Udara Bersih

Kamis, 03 September 2026 593

Kapal cepat dishub ist2 1

Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

Minggu, 30 Agustus 2026 1128

Satpol jaktim jaga kramat jati nur

Penataan Pedagang Kramat Jati Tekankan Ketertiban dan Keberlanjutan Ekonomi

Rabu, 02 September 2026 647

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks