Warga Kwitang Antusias Tukar Sampah dengan Bahan Pangan Bergizi

Kamis, 03 September 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 359

IMG 20260903 WA0038

(Foto: Folmer)

Warga Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, antusias menukar sampah organik dan anorganik dengan bahan pangan bergizi serta uang tunai.  

Inovasi yang diinisiasi Lurah Kwitang, Ferry Zahrudin, bertujuan memangkas penumpukan sampah di tingkat pemukiman sekaligus meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dari sembilan RW di wilayahnya.  

Pengumpulan sampah dari sumbernya dilakukan secara fleksibel.

Ferry mengatakan, penyetoran dan penimbangan sampah anorganik dan organik akan dilaksanakan setiap Jumat pagi di halaman kantor kelurahan.  

"Pengumpulan sampah dari sumbernya dilakukan secara fleksibel. Warga dapat langsung memanfaatkan layanan jemput bola di setiap pos RW," ujar Ferry, Kamis (3/9). 

Ia mengungkapkan, inovasi yang mulai dilaksanakan pekan ini bersinergi dengan Tim Penggerak PKK, dan mitra Corporate Social Responsibility (CSR) dan Kelurahan Kwitang sebagai tindaklanjut dari Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.

Dijelaskannya, dalam program ini warga akan menyetorkan sampah anorganik yang dikumpulkan selama sepekan untuk dijual seharga Rp 4.000 dan sampah organik dijual Rp 3.000 perkilogram. 

"Sampah anorganik yang dikumpulkan akan dijual ke pengepul barang bekas. Sementara organik disetor ke Sudin LH Jakpus untuk diolah menjadi pupuk kompos cair dan padat termasuk pangan budidaya maggot," ungkapnya. 

Ia menyebutkan, sampah anorganik dan organik yang disetor akan dihitung nilai rupiah dan dapat ditukarkan dengan bahan pangan bergizi seperti sayuran dan ubi - ubian. 

"Kami mengevaluasi inovasi penukaran sampah dengan bahan pangan bergizi bisa juga ditukar dengan bahan pokok seperti minyak goreng ke depan," jelasnya. 

Sementara Sherly, warga RW 04 Kwitang menyambut positif inovasi penukaran sampah yang dikumpulkan untuk ditukarkan bahan pangan bergizi. 

"Saya yakin semakin banyak warga Kwitang yang akan termotivasi melakukan pemilahan sampah dari sumbernya untuk ditukar dengan bahan pangan bergizi," paparnya. 

Dia menyebutkan, sebagian besar warga tidak menilai besaran nominal uang yang diperoleh dari hasil penyetoran sampah yang dibuka di kantor Kelurahan Kwitang. 

"Sebagian besar warga di Kwitang berfokus bagaimana sampah dapat berkurang di lingkungan, bukan besaran nilai penghasilan yang diperoleh," tandasnya. 

BERITA TERKAIT
Pengolahan sampah jakbar budi2

Pemkot Jakbar Rancang Pengembangan Produk Pengolahan Sampah Berkelanjutan di Kembangan

Jumat, 21 Agustus 2026 516

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik

Selasa, 11 Agustus 2026 1331

Dinas LH Gerak Cepat Pulihkan Kebersihan Jakarta Pasca penyampaian Aspirasi

Dinas LH DKI Gercep Tangani Sampah Pasca-Aksi Penyampaian Pendapat

Jumat, 28 Agustus 2026 715

BERITA POPULER
Petugas tj bantu warga ist2

Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

Kamis, 15 Oktober 2026 14474

Puskesmas matraman otoy

Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 3546

Masukan Ketua Komisi B Optimalisasi Transportasi Umum MRT ilust 1

Makin Diminati, Transportasi Jakarta Tembus Peringkat 15 Besar Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 894

Transjakarta penghargaan pusta karsa ist

Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

Kamis, 15 Oktober 2026 1904

Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 827

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks