Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik

Selasa, 11 Agustus 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 1107

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah

(Foto: Istimewa)

Bank Jakarta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) akan membangun biodigester komunal berbasis sampah organik, sebagai bentuk kontribusi terhadap upaya penanganan persoalan lingkungan di Jakarta.

Pembangunan dilaksanakan di dua titik lokasi di Jakarta Utara, yakni Rusunawa Rorotan, Cilincing dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara, ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Rusunawa Rorotan.

"memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,"

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo mengatakan, rencana pembangunan biodigester komunal ini merupakan salah satu langkah nyata bentuk kontribusi Bank Jakarta dalam mendukung penanganan persoalan sampah di Jakarta, khususnya sampah organik.

Ia menjelaskan, melalui teknologi biodigester, sampah organik dapat diolah menjadi biogas sebagai energi terbarukan serta residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Agus menyampaikan, penanganan sampah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi dan konsistensi dari berbagai pihak.

“Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta. Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta,” ujarnya, Selasa (11/8).

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi mengatakan, penanganan sampah membutuhkan kolaborasi dan kesinambungan program.

Melalui pembangunan biodigester ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi,” ucapnya.

Ia menyampaikan, pembangunan biodigester di Rorotan ini merupakan salah satu program berkelanjutan atas kontribusi Bank Jakarta dalam pemanfaatan teknologi pengolahan limbah ramah lingkungan.

Sebelumnya, Bank Jakarta telah mendukung pembangunan Instalasi biodigester Komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diresmikan pada November 2025 lalu.

Ia menyebut, pengalaman dari program biodigester di Pekayon menjadi bagian dari upaya Bank Jakarta untuk terus memperluas kontribusi di bidang lingkungan.

“Kini, kami memperluas pemanfaatan teknologi biodigester yang berasal dari pengolahan sampah organik yang berasal dari sumber melalui program kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” katanya.

Arie menjelaskan, komitmen tersebut turut mendukung kontribusi Bank Jakarta terhadap sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 7 mengenai energi bersih dan terjangkau, SDG 11 mengenai kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 13 mengenai penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan.

Menurutnya, sebagai financial backbone bagi Jakarta, Bank Jakarta memiliki posisi strategis untuk menghubungkan kebutuhan pembangunan kota dengan solusi keuangan dan ekosistem bisnis.

Diharapkan, melalui program ini Bank Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat memperkuat pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Bank Jakarta akan terus memperkuat peran tersebut melalui pembiayaan dan aktivitas ekonomi yang bertanggung jawab, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan, sebagai fondasi untuk membangun pertumbuhan yang sehat dan menciptakan long-term value bagi seluruh pemangku kepentingan,” tandasnya.

Sebagai informasi, program ini juga merupakan bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta Tahun 2026, khususnya dalam mendukung pengelolaan limbah organik, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan pemanfaatan energi terbarukan. Secara teknis masing-masing biodigester dirancang untuk mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari.

Dengan dua unit biodigester, kapasitas pengolahan dapat mencapai 500 kilogram per hari, yang menghasilkan biogas serta residu berupa pupuk organik. Berdasarkan kajian teknis, kedua unit biodigeser tersebut nantinya diproyeksikan akan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari dan mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau 154,4 ton CO2e per tahun.

Groundbreaking pembangunan biodigester komunal berbasis sampah organik dihadiri oleh Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi, bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wali Kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman; Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi; Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara, Edy Mulyanto; dan Camat Cilincing, Daniel Azka Alfarobi.

BERITA TERKAIT
Bank jakarta persija gery ist

Bank Jakarta-Persija Bidik Prestasi dan Kebanggan di 5 Abad Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 708

Manajemen bank jakarta gery ist

Bank Jakarta Terus Perkuat Fondasi Transformasi Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 765

BERITA POPULER
Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy (5)

Ini Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta

Selasa, 08 September 2026 3085

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 834

Layanan transjakarta otoy 1

Pramono Imbau Warga Proaktif Urus Kartu Layanan Transportasi Gratis

Selasa, 08 September 2026 1948

IMG 20260914 171237

PJU di Jalan Bekasi Timur dan JPO Pedati Kembali Menyala

Senin, 14 September 2026 497

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 868

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks