Selasa, 01 September 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 205
(Foto: Ilustrasi)
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat, inflasi Jakarta mencapai 0,15 persen (month to month) pada Agustus 2026. Sementara inflasi tahun kalender (years to date) tercatat sebesar 1,65 persen.
Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto mengungkapkan, angka inflasi sebesar 0,15 persen didominasi peningkatan indeks harga makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,18 dengan andil 0,15 persen.
Didominasi peningkatan indeks harga makanan, minuman dan tembakau
"Inflasi Jakarta pada Agustus 2026 didominasi peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau," ujar Kadarmanto, Selasa (1/9).
Ia memaparkan, komoditas yang menyumbang andil inflasi terbesar pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yakni daging ayam ras sebesar 0, 14 persen, sigaret ketek mesin, kacang panjang dan buncis masing masing 0, 01 pesen
"Komoditas lainnya yang menyumbang andil inflasi yakni pelumas mesin sekitar 0,02 persen," paparnya.
Ia menjelaskan, beberapa komoditas lainnya yang menyumbangkan deflasi dan menekan angka inflasi pada Agustus 2026 yakni angkutan udara 0,05 persen, bensin dan bawang merah 0,04 persen, disusul dengan tomat dan jeruk 0,01 persen.
"Komoditas tomat memiliki andil menekan inflasi karena panen raya di beberapa daerah produsen seperti Jawa Barat, Jawa Timur dan daerah lainnya," ungkapnya.