DKI Alami Inflasi 0,21 Persen Selama April 2026

Senin, 04 Mei 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 536

Inflasi 2026 ist2

(Foto: Istimewa)

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat, perekonomian Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,21 (month to month) pada April 2026. Sementara inflasi tahun kalender (years to date) tercatat sebesar 1,12 persen. 

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto mengatakan, inflasi sebesar 0,21 persen didominasi peningkatan indeks harga kelompok transportasi sebesar 1,46 persen dengan andil 0,19 persen.

Didominasi peningkatan indeks harga pada kelompok transportasi

"Inflasi April 2026 di Jakarta secara bulanan didominasi peningkatan indeks harga pada kelompok transportasi," kata Kadarmanto, Senin (4/5). 

Ia menjelaskan, komoditas yang menyumbang andil inflasi terbesar pada kelompok transportasi yakni tarif angkutan udara dan bensin masing-masing sebesar 0,15 persen dan 0,04 persen. 

"Tingginya inflasi angkutan udara ini dipicu kenaikan harga avtur dan kembali normalnya tarif angkutan udara usai diskon lebaran," jelasnya. 

Kenaikan, lanjut Kadarmanto, harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi pada 18 April lalu menyebabkan komoditas ini mengalami inflasi secara bulanan sebesar 0,73 persen. 

"Serta memberikan andil inflasi sebesar 0,04 persen pada DKI Jakarta," tuturnya. 

Ia menuturkan, kelompok penyediaan makan dan minum atau restoran juga menyumbang angka inflasi dengan andil sebesar 0,09 persen. Adapun komoditas yang menyumbangkan inflasi yakni ayam goreng dengan andil sebesar 0,04 persen.

"Meningkatnya harga ayam goreng dipicu kenaikan harga bahan baku seperti minyak goreng, tepung terigu serta dampak naiknya harga plastik pembungkus," tuturnya. 

Ia menambahkan, beberapa komoditas mengalami deflasi dan membantu meredam inflasi, di antaranya daging ayam ras, emas perhiasan, cabai rawit, angkutan antarkota, serta telur ayam ras.

Menurut Kadarmanto, angka inflasi pada April 2026 merupakan periode pascalebaran yang cenderung lebih rendah dibandingkan saat Ramadan dan Lebaran. Hal ini dipengaruhi oleh normalisasi harga setelah sebelumnya mengalami kenaikan akibat tingginya permintaan.

“Inflasi pascalebaran umumnya lebih rendah karena adanya penyesuaian harga setelah Ramadan dan saat Lebaran, sehingga turut menahan laju inflasi pada April,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT
Bundaran hi dok

Inflasi DKI Jakarta Selama Ramadan dan Idulfitri Terkendali

Kamis, 02 April 2026 1270

Stok Pangan Jakarta Aman otoy

Maret 2026, Inflasi Jakarta Tercatat 0,51 Persen

Rabu, 01 April 2026 887

High level meeting hlm rezap

Inflasi Jakarta Ditarget Lebih Rendah dari Pusat di 2026

Jumat, 06 Februari 2026 2158

BERITA POPULER
Mikrotrans reza edit

Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

Jumat, 02 Oktober 2026 3168

Distribusi Benih Ikan Air Tawar anita

4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

Jumat, 02 Oktober 2026 2778

Pedagang di Atas Trotoar Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Rabu, 30 September 2026 1927

Syafrin walkot jaksel

Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Kamis, 01 Oktober 2026 1533

Klinik ilegal ditutup jakpus folmer

Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

Selasa, 06 Oktober 2026 507

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks