KemenPAN-RB Tekankan Smart City Bukan Sekadar Banyaknya Teknologi

Rabu, 19 Agustus 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 82

Asisten Deputi Keterpaduan Layanan Digital Nasional kemenpanRB adi nugroho fakhri2

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Asisten Deputi Keterpaduan Layanan Digital Nasional Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Adi Nugroho menekankan, keberhasilan transformasi digital melalui konsep smart city atau kota cerdas tidak diukur dari banyaknya aplikasi atau teknologi yang digunakan pemerintah.

Menurut Adi, kota cerdas harus berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Pemanfaatan artificial intelligence (AI) harus didukung tata kelola yang baik dan terstruktur.

"Kota cerdas mengubah data menjadi pengetahuan,"

"Kota cerdas itu masa depan bukan kota yang paling banyak teknologinya, tapi kota cerdas adalah kota yang paling mengubah data menjadi pengetahuan, kemudian pengetahuan menjadi keputusan, dan keputusan menjadi hal yang bermanfaat buat warganya," ujar Adi, dalam JAKI & Fellowship Cities Forum (JFCF) 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/8).

Ia menjelaskan, konsep smart city tidak ditentukan oleh jumlah teknologi, aplikasi, sensor, dashboard, maupun data yang dimiliki pemerintah. Hal terpenting bagaimana seluruh sumber daya tersebut menghasilkan keputusan dan pelayanan publik yang lebih baik serta bermanfaat nyata bagi masyarakat.

Selain itu, Adi mengingatkan agar penerapan AI dimulai dari permasalahan yang hendak diselesaikan, bukan sekadar mengikuti tren teknologi atau meniru penerapan di daerah lain.

Ia juga mendorong pemerintah daerah beralih dari pola reactive governance menuju predictive governance, bahkan anticipatory governance. Melalui pendekatan tersebut, data dapat dimanfaatkan untuk memprediksi dan mengantisipasi persoalan sebelum terjadi.

"Jangan sampai sudah terjadi banjir dulu baru kita pikir untuk memperluas salurannya. Jadi enggak seperti itu," katanya.

Dikatakan Adi, transformasi digital harus berorientasi pada masyarakat dengan menyederhanakan proses birokrasi, mengintegrasikan layanan dan data, hingga menghindari masyarakat dari beban mengakses terlalu banyak aplikasi.

Dalam hal ini, interoperabilitas data menjadi penting agar masyarakat cukup memasukkan data satu kali untuk mengakses berbagai layanan. Meski demikian, Adi mengingatkan, integrasi tersebut memberikan keamanan dan privasi data.

Dalam penerapan AI, Adi menekankan pentingnya tata kelola yang baik. Pemerintah daerah perlu memastikan kualitas data, mengidentifikasi risiko, melakukan uji coba dalam skala terbatas, serta menerapkan pendekatan berbasis risiko sebelum teknologi digunakan secara luas.

"Kalau kita mau pakai AI tapi datanya enggak ada, jangan jauh-jauh pakai AI dulu, siapin datanya dulu," ujarnya.

Ia menambahkan, AI dapat dimanfaatkan untuk menganalisis data dalam jumlah besar, mendeteksi anomali, membuat prediksi, hingga menyimulasikan dampak suatu kebijakan. Namun, penggunaan AI secara otonom tetap harus mempertimbangkan peran manusia dalam proses pengambilan keputusan.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dan integrasi antarinstansi dalam pemanfaatan AI di pemerintahan. Menurutnya, AI telah memberikan berbagai manfaat bagi sektor pemerintahan di sejumlah negara.

Di Indonesia penerapan AI masih kerap dilakukan secara terpisah oleh masing-masing instansi. Kondisi tersebut berpotensi membuat penggunaan sumber daya menjadi tidak efisien karena setiap instansi membangun infrastruktur dengan model AI sendiri. Padahal, model yang sama dapat dikembangkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

Adi berharap, transformasi digital dan penerapan AI di pemerintahan tidak berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi mampu menciptakan public value dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

"Ini yang menjadi salah satu key point kenapa pentingnya komunikasi di forum hari ini, kita bisa bertukar sebenarnya informasi," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Kadis kominfotik marulina dewi jaki ist

JAKI & Fellowship Cities Forum 2026 Perkuat Layanan Publik Digital

Jumat, 14 Agustus 2026 860

Jakarta Kelantan Jajaki Kerja Sama Wisata hingga Kesehatan

Jakarta-Kelantan Jajaki Kerja Sama Wisata hingga Kesehatan

Rabu, 13 Mei 2026 972

Diskominfotik DKI Siapkan Kajian Grand Design Smart City

Diskominfotik DKI Siapkan Kajian Grand Design Smart City

Senin, 28 Juli 2025 2848

BERITA POPULER
IMG 20260817 WA0044

Dubes Belanda Lihat Kemeriahan Peringatan HUT ke-81 RI di Malaka Jaya

Senin, 17 Agustus 2026 7262

Munjirin Pimpin Panen Sayur sekolah nur

Panen Serentak di Jaktim Hasilkan 2 Ton

Jumat, 14 Agustus 2026 9089

Pemilik bangunan ubah saluran ist

Pemkot Jaksel Tegur Pemilik Bangunan Langgar Aturan

Jumat, 14 Agustus 2026 2302

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset dan Optimalisasi Anggaran 2026

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset

Jumat, 14 Agustus 2026 2077

IMG 20260812 WA0088

Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

Rabu, 12 Agustus 2026 1948

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks