Rabu, 19 Agustus 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 79
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menggelar acara Ngobrol Pintar Cegah Tawuran (Ngopi Cetar) di Ruang Nusantara, Kantor Wali Kota setempat.
Kegiatan ini diikuti 50 peserta tersebut melibatkan unsur forum tingkat kota, Duta Purna Paskibraka Indonesia, forum lembaga kemasyarakatan, serta pengurus lingkungan perwakilan se-Kecamatan Pancoran.
"Solusi cepat dan tepat"
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim mengatakan, forum ini membahas upaya pencegahan aksi tawuran sejak dini, khususnya di Jakarta Selatan.
Menurutnya, fenomena tawuran di wilayah DKI Jakarta kini semakin mengkhawatirkan. Dampaknya tidak hanya berupa luka fisik atau hilangnya nyawa, tetapi juga dapat mengancam masa depan generasi muda, menimbulkan trauma, hingga melunturkan nilai-nilai moral bangsa.
"Fenomena itu bermula dari krisis identitas yang dialami remaja, kemudian diperparah oleh pengaruh globalisasi dan digitalisasi melalui media sosial. Media sosial yang sejatinya diciptakan sebagai alat komunikasi kini menjelma menjadi pedang bermata dua," ujarnya, Rabu (19/8).
Firmanuddin menjelaskan, upaya deteksi dini melalui media digital tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dan ketahanan dari lingkungan terdekat.
Untuk itu, gerakan Jaga Jakarta dinilai penting untuk membangun ketahanan wilayah yang solid, mulai dari tingkat keluarga.
Pencegahan tawuran harus dimulai dari rumah melalui pola asuh yang penuh perhatian serta pengawasan terhadap penggunaan gawai oleh anak.
"Saya mengetuk hati para orang tua karena lingkungan terkecil inilah yang menjadi benteng pertama bagi masa depan mereka," terangnya.
Firmanuddin menekankan pentingnya peran aktif pengurus lingkungan, lembaga kemasyarakatan, dan berbagai unsur masyarakat sebagai motor penggerak dalam mencegah kenakalan remaja dan tawuran.
Ia berharap, forum Ngopi Cetar tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang diskusi untuk mengidentifikasi persoalan dan mencari solusi atas potensi tawuran di lapangan.
"Saya berharap forum Ngopi Cetar ini menjadi ruang diskusi yang hidup. Sampaikan kendala nyata di lapangan dan mari kita petakan bersama wilayah-wilayah rawan, khususnya di Pancoran, agar menghasilkan solusi cepat dan tepat yang bisa diterapkan," ucapnya
Sementara itu, Ketua Subkelompok Kewaspadaan Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Selatan, Shindy Pranata Umar menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai upaya pencegahan aksi tawuran di Jakarta Selatan, khususnya Kecamatan Pancoran.
"Kita ingin menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, serta bebas dari aksi tawuran, baik antarwarga maupun antarpelajar, melalui sinergi dan peran aktif seluruh elemen masyarakat serta pengurus lingkungan," tandasnya.