Selasa, 18 Agustus 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 73
(Foto: Anita Karyati)
Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Plus Jakarta Utara bersama berbagai unsur masyarakat menggelar Deklarasi Bersama Antitawuran di Ramp Barat Jakarta International Stadium (JIS), Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok.
"Memperkuat komitmen bersama"
Kegiatan yang dirangkaikan dengan Jamuan Rakyat tersebut merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana menghadirkan pelayanan secara langsung kepada masyarakat.
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat mengatakan, deklarasi tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, tertib, dan kondusif.
"Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, sekaligus memperkuat komitmen bersama menjadikan wilayah Jakarta Utara yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat," ujarnya, Selasa (18/8).
Hendra menjelaskan, Jamuan Rakyat di Jakarta Utara digelar serentak di sembilan titik. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30.369 paket sembako disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan saling menghormati. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan," terangnya.
Menurutnya, Jamuan Rakyat juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti pentas hiburan rakyat, bazar UMKM, perlombaan khas 17-an, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes (Pol) Oki Waskito menuturkan, deklarasi yang dibacakan bersama masyarakat merupakan bentuk komitmen tegas untuk menolak segala bentuk aksi tawuran dan kekerasan di Jakarta Utara.
"Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kami sangat mengapresiasi komitmen warga yang menolak aksi tawuran," ungkapnya.
Oki berharap, semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif.
"Mari kita jaga keamanan dan ketertiban bersama. Jangan beri ruang bagi tawuran dan aksi kekerasan. Mari arahkan energi generasi muda untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat," bebernya.
Sementara itu, salah seorang penerima manfaat, Didi (55) mengaku sangat terbantu dengan pemberian sembako dan layanan kesehatan gratis.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap deklarasi antitawuran demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi warga.
"Saya sangat berterima kasih atas bantuannya. Harapan saya, semoga Indonesia semakin maju dan damai. Anak-anak muda juga lebih fokus pada kegiatan yang bermanfaat," tandasnya.