Minggu, 16 Agustus 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 320
(Foto: Nugroho Sejati)
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) meminta layanan transportasi laut bagi warga Kepulauan Seribu yang akan dikelola Transjakarta dapat memberikan pelayanan setara dengan transportasi bagi masyarakat di wilayah daratan Jakarta.
Menurut MTZ, penugasan tersebut menjadi tantangan baru bagi Transjakarta lantaran selama ini perusahaan lebih banyak mengelola layanan transportasi darat. Ia menilai, diperlukan kajian dan persiapan yang matang agar layanan transportasi laut dapat berjalan optimal.
"mendapatkan fasilitas yang sama,"
"Warga Kepulauan Seribu harus mendapatkan fasilitas yang sama dengan warga daratan," ujar MTZ, Minggu (16/8).
Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian, kata MTZ, adalah kepastian jadwal keberangkatan dan kepulangan kapal. Sehingga jangan sampai warga dapat bepergian dari Kepulauan Seribu menuju Jakarta, tetapi kesulitan mendapatkan transportasi untuk kembali.
"Jadwalnya jangan kemudian orang bisa dari Kepulauan Seribu ke Jakarta, terus pulangnya enggak bisa. Jadwalnya harus benar-benar bolak-baliknya itu diatur," katanya.
Selain kepastian jadwal, MTZ menekankan pentingnya aspek keselamatan. Pasalnya, operasional transportasi laut memiliki tantangan dan risiko yang berbeda dibandingkan transportasi darat sehingga standar keselamatan harus menjadi prioritas.
"Tentu lebih tinggi safety-nya di laut dari pada di darat. Transjakarta harus bisa melihat hal tersebut," tuturnya.
MTZ juga meminta Pemprov DKI memberikan dukungan melalui skema Public Service Obligation (PSO) agar tarif transportasi laut tetap terjangkau. Ia menyebut, tarif layanan Jakarta e-Ticketing Boat (Jaket Boat) yang berkisar Rp44 ribu hingga Rp74 ribu masih cukup mahal bagi masyarakat, terlebih jika digunakan untuk perjalanan pulang dan pergi.
Ia berharap, penugasan kepada Transjakarta dapat menekan tarif transportasi laut hingga setengah atau seperempat dari tarif yang berlaku saat ini.
MTZ optimistis penugasan tersebut menjadi momentum Transjakarta untuk mengembangkan layanan transportasi laut. Menurutnya, pengalaman Transjakarta dalam mengelola jaringan transportasi darat menjadi modal untuk menghadapi tantangan baru di wilayah kepulauan.
"Ini merupakan tantangan untuk Transjakarta. Transjakarta sudah sukses membuat rute atau jalur darat yang terpanjang di dunia untuk Jakarta. Nah, ini tantangan bagaimana kemudian membuat Trans Laut," tandasnya.