Kamis, 13 Agustus 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 239
(Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)
Melihat perkembangannya yang telah meluaskan layanan hingga ke kawasan Jabodetabek, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, merasa optimis Transjakarta semakin dipercaya sebagai moda utama di Jakarta.
Pengembangan layanan ini, menurut Rano, bertujuan agar masyarakat dari wilayah penyangga bersedia mengurangi penggunaan kendaraan pribadi saat masuk ke Jakarta.
Penumpang Transjakarta dalam satu tahun tercatat mencapai 1,7 juta orang
"Jumlah penumpang Transjakarta dalam satu tahun tercatat mencapai 1,7 juta orang," kata Rano,
Rano menegaskan bahwa pengembangan luasan layanan dan peningkatan volume penumpang diangkut dalam satu tahun itu, mengindikasikan Jakarta menjadi semakin kuat karena kota penyangganya juga kuat.
"Jika pada 2016 layanannya masih terbatas di sekitar Jakarta, kini cakupannya sudah sampai Jabodetabek. Hal ini membuktikan bahwa sistem transportasi kita memang sangat tangguh," tegas Rano, saat menyaksikan serah terima bantuan lima unit mobil Trans Care dari Yayasan Persatuan Masyarakat Indonesia Tionghoa Peduli Bencana (Permata) di Halte Transjakarta BHI ASTRA, Jalan Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/8).
Tambahan Trans Care dari Yayasan Permata ini, kata Rano, melengkapi unit yang diperuntukkan khusus bagi penyandang disabilitas, dari sebelumnya 15 menjadi 20 unit armada.
"Izinkan saya mengucapkan terima kasih atas nama Pemprov DKI Jakarta atas sumbangsih yang telah diberikan dari Yayasan Permata kepada Transjakarta," tuturnya. .
Pada saat dimulai 2016 lalu, jelas Rano, layanan Transjakarta Care baru memiliki lima unit armada. Kemudian seiring perkembangan hingga saat ini, telah memiliki 15 unit yang mampu melayani hingga 70 ribu disabilitas setiap tahunnya.
"Dengan penambahan lima unit lagi, mengindikasikan bahwa Transjakarta semakin dipercaya sebagai moda transportasi utama di Jakarta," ucapnya.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza menambahkan, Trans Care ini secara khusus dan terus-menerus membantu penyandang disabilitas untuk mendapatkan akses menuju layanan Transjakarta.
Pada 2025, ungkapnya, tercatat 71.598 pelanggan mengakses Trans Care dan capaian itu meningkat 16,1 persen dari tahun sebelumnya.
"Kami berharap dukungan dan kolaborasi seperti ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses transportasi publik yang inklusif, berkelanjutan, nyaman dan humanis," tandasnya.