Selasa, 21 Juli 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Andry 192
(Foto: Istimewa)
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo meyakini pengoperasian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai akan menjadi solusi efektif mengurangi kemacetan di ibu kota. Kehadiran jalur baru tersebut memperkuat integrasi transportasi, sehingga akan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
"Saya optimistis,"
Saat ini, kata Rio, transportasi publik tidak lagi dipandang sebagai pilihan alternatif, melainkan telah menjadi moda yang semakin diminati masyarakat.
"Saya optimistis. Hari ini cara berpikir masyarakat sudah semakin produktif bahwa transportasi publik menjadi pilihan yang sangat menarik, bukan lagi sekadar alternatif," ujar Rio, Selasa (21/7).
Meskipun optimistis, Rio mengingatkan bahwa keberhasilan LRT Fase 1B tidak hanya ditentukan oleh beroperasinya jalur baru, tetapi juga kesiapan pemerintah dalam memastikan layanan berjalan optimal.
Ia menekankan, sedikitnya lima aspek yang perlu menjadi perhatian Pemprov DKI. Pertama, LRT Fase 1B harus mampu memperkuat konektivitas dan integrasi dengan moda transportasi lain seperti MRT, Transjakarta, dan KRL sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien.
Kedua, kualitas pelayanan harus sesuai dengan harapan masyarakat agar tidak terjadi kesenjangan antara ekspektasi dan layanan yang diterima pengguna.
Ketiga, seluruh dampak pembangunan proyek harus segera dituntaskan. Dikatakan Rio, masih ada sejumlah keluhan masyarakat terkait dampak pembangunan di sekitar lokasi proyek.
"Jangan sampai kita menyelesaikan masalah dengan menciptakan masalah baru," tegasnya.
Keempat, Dinas Perhubungan (Dishub) bersama PT Jakpro perlu memperkuat pengawasan dan evaluasi terhadap operasional LRT agar pelayanan tetap terjaga.
Kelima, Pemprov DKI perlu mengukur tingkat kepuasan masyarakat setelah layanan beroperasi sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas transportasi publik.
Rio menambahkan, berbagai kajian menunjukkan integrasi antarmoda berpotensi menekan tingkat kemacetan sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas warga. Selain itu, sistem transportasi yang terintegrasi akan menghemat waktu, biaya, dan energi masyarakat.
Ia menambahkan, kebijakan Pemprov DKI yang memberikan layanan transportasi gratis kepada 15 golongan masyarakat dapat menjadi stimulus untuk meningkatkan minat warga menggunakan angkutan umum.
"Optimisme itu harus terus dijaga melalui evaluasi dan penguatan integrasi antarmoda, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tandasnya.