Selasa, 21 Juli 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 142
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 60 pelajar mengikuti penyuluhan hukum dan kesehatan reproduksi (Kespro) yang digelar Bagian Hukum, Ketatalaksanaan, dan Kerja Sama (HKK) Kepulauan Seribu di SMP Negeri 133 Jakarta, Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
"Remaja merupakan aset bangsa"
Kasubkel Hukum Bagian HKK Kepulauan Seribu, Nurdin mengatakan, kegiatan tersebut mengangkat sejumlah materi, mulai dari pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di lingkungan pelajar, kesehatan reproduksi, hingga pencegahan kekerasan seksual terhadap anak.
"Remaja merupakan aset bangsa yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Sehingga, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan pemahaman yang benar sejak dini," ujarnya, Selasa (23/7).
Nurdin menjelaskan, pernikahan usia dini masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Sebab, kondisi tersebut berisiko terhadap kesehatan reproduksi, ketidaksiapan mental, hingga persoalan pengasuhan anak yang dapat berdampak pada stunting dan kekurangan gizi.
"Demikian pula dengan bahaya narkotika. Penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar merupakan ancaman serius karena selain berdampak pada kesehatan fisik dan mental, juga dapat merusak masa depan generasi muda," terangnya.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, para pelajar dapat memahami risiko penyalahgunaan narkotika serta memiliki ketahanan diri untuk menolak segala bentuk penyalahgunaannya.
"Kegiatan serupa juga kami laksanakan di SMAN 69 Jakarta, Pulau Pramuka, dengan jumlah peserta sebanyak 60 siswa," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 133 Jakarta, Edi Sumardi mengapresiasi penyelenggaraan penyuluhan tersebut karena dinilai memberikan manfaat besar bagi para pelajar. Para peserta didik sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan.
"Ini adalah kesempatan yang berharga. Semoga ilmu yang didapat hari ini bisa disebarluaskan kepada teman-teman maupun lingkungan tempat tinggal masing-masing," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang pelajar kelas VIII B SMPN 133 Jakarta, Kaze (13) mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Sebab, dirinya jadi memahami bahaya narkoba, kesehatan reproduksi, serta pentingnya menjaga diri dari pergaulan negatif.
"Materinya sangat bagus, mudah dipahami, dan menambah wawasan kami," tandasnya.