Senin, 06 Juli 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 140
(Foto: Nurito)
Jakarta Timur kembali mengukir prestasi pada Festival Urban Farming Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026.
"Memberikan manfaat nyata"
Dalam ajang yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta di Istora Senayan pada 4-5 Juli tersebut, Jakarta Timur berhasil membawa pulang dua penghargaan bergengsi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Timur, Fauzi mengatakan, Jakarta Timur berhasil meraih Juara 1 kategori Hasil Panen Terbaik. Kontingen Jakarta Timur juga berkontribusi dalam pencapaian Rekor MURI melalui penampilan lebih dari 25 jenis hasil panen.
"RSUD Cipayung melalui program urban farming berhasil meraih Juara 2 kategori Urban Farming Instansi Pelayanan Kesehatan dan Sosial," ujarnya, Senin (6/7).
Fauzi menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh elemen, mulai dari masyarakat, kelompok tani, penggiat urban farming hingga jajaran Suku Dinas KPKP Jakarta Timur yang terus mengembangkan pertanian perkotaan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan.
"Urban farming tidak hanya mampu menghasilkan prestasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata sebagai sarana edukasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta mendorong pemanfaatan lahan terbatas menjadi sumber pangan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan," terangnya.
Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur berkomitmen memperkuat program urban farming melalui pembinaan kelompok tani hingga pendampingan kepada masyarakat.
"Kami akan melakukan pengembangan berbagai program yang mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan warga," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kolaborasi berbagai pihak dalam mengembangkan urban farming di Jakarta Timur.
Pencapaian ini mencerminkan komitmen kuat Pemkot Jakarta Timur bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari wali kota hingga jajaran pimpinan OPD, TP PKK, akademisi, kelompok tani, penggiat urban farming maupun dunia usaha.
"Sinergisitas seluruh pihak menjadi kunci dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan melalui budi daya pertanian, perikanan, peternakan, hingga pengolahan hasil sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan," bebernya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang sudah memberikan dukungan sehingga Jakarta Timur mampu tampil maksimal dan meraih prestasi pada Festival Urban Farming Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026.
"Saya ingin prestasi ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk semakin memperluas penerapan urban farming untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas lingkungan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga Jakarta Timur," tandasnya.