Kamis, 16 Juli 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 157
(Foto: Nurito)
Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan membagikan 63 tong sampah pilah kepada tujuh RW. Bantuan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut akan dimanfaatkan sebagai lubang biopori jumbo untuk mengolah sampah organik dari rumah tangga.
"Sebagai lubang biopori jumbo"
Penyerahan bantuan yang berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Susukan itu dihadiri jajaran kelurahan serta perwakilan 10 perusahaan yang berpartisipasi dalam program CSR.
Lurah Susukan, Puja Akbar Sahroni mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemilahan sampah dari sumber yang terus didorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Menurutnya, selain 63 tong sampah, masing-masing RW juga menerima bantuan tiga sak semen untuk mendukung pembuatan lubang biopori jumbo.
"Tong sampah ini akan dimanfaatkan sebagai lubang biopori jumbo untuk menampung sampah organik sisa dapur warga. Semoga pengelolaan sampah organik bisa dilakukan langsung dari lingkungan masing-masing," ujarnya, Kamis (16/7).
Puja menjelaskan, percepatan pembangunan biopori menjadi langkah penting mengingat kebijakan pengurangan pengiriman sampah ke TPST Bantar Gebang terus diperkuat.
"Waktu semakin mendekat. Agustus tidak boleh lagi membuang sampah ke TPST Bantar Gebang. Makanya kita terus galakkan pembuatan lubang biopori," terangnya.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan Coffee Morning yang digelar di Kantor Kecamatan Ciracas pada awal Juli lalu dan berhasil menghimpun dukungan dari 10 perusahaan swasta.
Ia menambahkan, kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumber juga terus meningkat. Dari total 8.967 rumah yang tersebar di tujuh RW, sebanyak 5.442 rumah atau sekitar 61 persen telah menerapkan pemilahan sampah.
"Kelurahan Susukan menargetkan capaian tersebut meningkat hingga 80 persen pada akhir Juli," bebernya.
Sementara itu, Ketua RW 04, Kelurahan Susukan, Abdul Mufti mengapresiasi dukungan perusahaan swasta dan pemerintah kelurahan yang dinilai semakin memperkuat partisipasi warga dalam pengelolaan sampah.
Ia menyampaikan, wilayahnya sebelumnya juga telah menerima tiga tong sampah pilah. Adanya tambahan bantuan tersebut membuatnya optimistis program pemilahan dan pengolahan sampah organik di tingkat lingkungan akan semakin optimal.
"Kami sangat berterima kasih atas bantuan tong sampah dan semen ini. Bantuan langsung kami distribusikan kepada para ketua RT agar pembuatan lubang biopori jumbo bisa segera dilaksanakan," tandasnya.