Warga Pondok Bambu Perbanyak Lubang Biopori Sampah Organik

Senin, 06 Juli 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 1537

Dibantu PPSU, RW 10 Pondok Bambu Terapkan Satu KK Satu Lubang Biopori

(Foto: Nurito)

Warga di RW 10, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur terus memperkuat upaya pengelolaan sampah dari sumbernya melalui program Satu Kepala Keluarga (KK) Satu Lubang Biopori. 

"Setiap rumah memiliki satu hingga tiga lubang biopori"

Program yang dikerjakan secara kolaboratif bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) ini ditujukan untuk menampung sampah organik sisa dapur (SOD) sekaligus mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Wakil Ketua LMK Kelurahan Pondok Bambu, Heru Irianto Basuki mengatakan, RW 10 memiliki sekitar 840 KK. Sebagai tahap awal, ditargetkan pembuatan sebanyak 70 lubang biopori yang tersebar di RT 04, RT 05, RT 06, RT 07, dan RT 09 sebagai percontohan.

"Setiap rumah memiliki satu hingga tiga lubang biopori, disesuaikan dengan ketersediaan lahan. Kami ingin menggerakkan warga agar mampu mengelola sampah organik dari rumah masing-masing," ujarnya, Senin (6/7).

Heru menjelaskan, proses pembuatan biopori melibatkan sekitar 15 petugas PPSU yang menggali lubang sedalam kurang lebih 1,5 meter dengan diameter sekitar 40 sentimeter. 

"Lubang itu kemudian dipasangi pipa paralon berukuran empat inci sebagai tempat penampungan sampah organik. Di sejumlah lokasi, warga juga memanfaatkan tong sampah maupun galon bekas air mineral di area taman," terangnya.

Menurutnya, hingga saat ini sekitar 40 dari target 70 lubang biopori sudah selesai dikerjakan. Heru optimistis seluruh target dapat diselesaikan dalam sepekan ke depan.

"Progresnya sudah sekitar 40 lubang. Kami berharap dalam satu minggu ke depan seluruh target 70 lubang bisa rampung," ungkapnya.

Ketua TP PKK RW 10, Kelurahan Pondok Bambu, Sri Roes Redjeki turut mendukung program tersebut dengan membangun dua lubang biopori di halaman rumahnya. 

Ia juga aktif mengajak warga, khususnya para ibu untuk memanfaatkan lubang biopori sebagai tempat pengolahan sampah organik menjadi kompos.

"Kami terus mengedukasi warga agar sampah sisa dapur dimasukkan ke dalam lubang biopori sehingga bisa diolah menjadi kompos yang bermanfaat," ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Pondok Bambu, Ateng Surahman menjelaskan, untuk area publik, seperti taman, lubang biopori dibuat menggunakan tong sampah bantuan Suku Dinas Lingkungan Hidup maupun galon bekas air mineral.

"Program ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mampu mengurangi timbunan sampah sejak dari rumah tangga," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pembersihan Jalan Swadaya Albo cakung ist2

Tumpukan Sampah di Cakung Dibersihkan, Gubernur Ajak Warga Mulai Pilah Sampah

Kamis, 02 Juli 2026 1064

IMG 20260617 WA0012

1.000 Lubang Biopori Jumbo Ditargetkan Terealisasi di Kecamatan Cipayung

Rabu, 17 Juni 2026 880

IMG 20260513 WA0059

Kelurahan Tomang Kurangi Sampah dengan Lubang Biopori

Rabu, 13 Mei 2026 942

BERITA POPULER
Penertiban PKL Sungai Bambu anita 01

Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

Rabu, 21 Oktober 2026 2305

Puskesmas matraman otoy

Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 3818

Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 2590

Bpbd omc ist

Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

Rabu, 21 Oktober 2026 1110

Edukasi Pilah Sampah pulau panggang anita

Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

Selasa, 20 Oktober 2026 1186

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks