Kamis, 16 Juli 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 152
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 120 warga mengikuti skrining Tuberkulosis (TB) gratis yang diselenggarakan Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Utara bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Cilincing di Kantor RW 14, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing.
"Memperluas akses layanan kesehatan"
Kegiatan Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus aktif tersebut menyasar warga yang merupakan kontak serumah dan kontak erat pasien TB sebagai upaya mendeteksi penyakit sejak dini serta mencegah penyebaran di masyarakat.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Sudinkes Jakarta Utara, Sari Agustina mengatakan, kegiatan ini juga melibatkan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), serta Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura yang menyediakan fasilitas mobil rontgen.
"Kami mengapresiasi kolaborasi ini dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Ini merupakan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis yang harus dimanfaatkan warga," ujarnya, Kamis (16/7).
Sari menjelaskan, warga yang hasil pemeriksaan rontgennya menunjukkan indikasi TB akan diarahkan ke Puskesmas Pembantu Kalibaru untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan pengobatan secara intensif.
Menurutnya, pasien yang menjalani pengobatan secara rutin selama sekitar dua pekan akan mengalami penurunan risiko penularan secara signifikan.
"Kami juga mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap penderita TB. Jangan dijauhi, justru mereka perlu didampingi agar pengobatannya tuntas," terangnya.
Kepala Puskesmas Kecamatan Cilincing, Raden Achmad Sigit menambahkan, TB masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan serius melalui deteksi dini dan pelacakan kontak erat.
Pada tahun ini pihaknya menargetkan pelaksanaan skrining dan tracing di 120 lokasi yang tersebar di wilayah Kecamatan Cilincing dengan sasaran sekitar 100 warga di setiap lokasi.
"Tahun ini kami menargetkan pelaksanaan skrining dan tracing di 120 lokasi di wilayah Kecamatan Cilincing dengan sasaran sekitar 100 warga di setiap lokasi," ungkapnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, lanjut Sigit, Puskesmas Kecamatan Cilincing juga terus mengedukasi masyarakat melalui pembentukan Kampung Siaga TB, pelatihan kader, serta sosialisasi mengenai pentingnya kepatuhan menjalani pengobatan hingga selesai.
Ia berharap, upaya jemput bola tersebut dapat menemukan kasus TB lebih awal sehingga penyebaran penyakit dapat ditekan.
"TB merupakan penyakit yang dapat disembuhkan selama pasien disiplin menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan," bebernya.
Sementara itu, salah seorang warga RT 06/14, Kelurahan Kalibaru, Kurniawati (45) mengaku terbantu dengan layanan skrining yang dihadirkan langsung di lingkungan tempat tinggalnya.
"Terima kasih atas pelayanan kesehatan ini. Adanya layanan pemeriksaan TB secara jemput bola, kami merasa sangat terbantu dan tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan rontgen," tandasnya.