Pemkot Jaksel Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia

Kamis, 30 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 306

Hari tuberkulosis tbc jaksel tiyo2

(Foto: Tiyo Surya Sakti)

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menggelar peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2026 di Poins Square, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak. Kegiatan ini diikuti 289 peserta dari berbagai kalangan.

"Eliminasi TBC"

Peringatan tahun ini mengusung tema global "Yes! We Can End TB". Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menetapkan tema nasional "SATU TB: Sinergi Aksi Tuntaskan TB".

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menggalang dukungan dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia.

"Kegiatan hari ini diisi dengan sosialisasi dan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk menyampaikan berbagai upaya penanggulangan TBC," ujarnya, Kamis (30/4).

Ali menjelaskan, penanganan TBC memerlukan langkah terpadu, mulai dari pencegahan, kepatuhan dalam menjalani pengobatan, hingga pendampingan pasien.

"Penanganan TBC tidak bisa hanya dilakukan oleh Suku Dinas Kesehatan. Seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif," terangnya.

Ia mengimbau seluruh pihak untuk melakukan sosialisasi secara masif agar masyarakat memahami bahwa TBC bukanlah aib dan dapat disembuhkan.

"Informasi ini harus disampaikan dengan baik agar masyarakat tidak lagi menutup-nutupi penyakit tersebut da bersedia memeriksakan diri," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Debi Intan Suri menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi TBC, antara lain melalui peningkatan penemuan kasus dengan skrining aktif, penyebarluasan informasi, penguatan layanan kesehatan, serta pengembangan inovasi berbasis masyarakat melalui kampung siaga TBC.

"Kami masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti stigma di masyarakat, keterlambatan penemuan kasus, serta kepatuhan pengobatan yang belum optimal. Untuk itu, peran semua pihak, terutama kader kesehatan, sangat dibutuhkan," ucapnya.

Debi memaparkan, saat ini Jakarta Selatan berada di peringkat ketiga jumlah kasus TBC di DKI Jakarta. Capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan lintas sektor dalam upaya pengendalian penyakit.

"Hal ini perlu dipertahankan dengan terus meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau memeriksakan diri sejak dini," imbuhnya.

Ia memastikan, fasilitas Puskesmas di Jakarta Selatan telah memadai untuk menangani pasien TBC. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan diagnosis TBC, pasien dapat langsung menjalani pengobatan hingga tuntas selama enam bulan.

"Melalui peringatan ini, kami mengajak seluruh pihak memperkuat komitmen dan kolaborasi lintas sektor. Dengan kebersamaan, target eliminasi TBC optimistis dapat tercapai," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Seorang warga mengikuti tahapan Skrining TBC Gratis di Pademangan Timur

Warga Pademangan Timur Manfaatkan Layanan Skrining TBC Gratis

Rabu, 07 Januari 2026 709

Program Kampung Siaga TBC di Jakarta Utara Diapresiasi Wamenkes

Program Kampung Siaga TBC di Jakarta Utara Diapresiasi Wamenkes RI

Rabu, 12 November 2025 677

Kegiatan sosialisasi penyakit TBC bagi masyarakat di Jakarta Utara

Upaya Preventif Penanganan TBC di Jakut Terus Digencarkan

Senin, 13 Oktober 2025 928

BERITA POPULER
IMG 20260714 WA0016

Pengemudi Truk Sampah Salahgunakan BBM Operasional di Cilincing Disanksi

Selasa, 14 Juli 2026 6702

IMG 20260711 WA0001

Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik

Sabtu, 11 Juli 2026 7849

Kelurahan berprestasi fakhri

Kelurahan Berprestasi Jadi Penggerak Jakarta Menuju 20 Besar Kota Global

Senin, 13 Juli 2026 1736

Ima mahdia dprd dki

DPRD DKI Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

Selasa, 14 Juli 2026 1421

IMG 20260713 WA0036

SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

Senin, 13 Juli 2026 1509

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks