Rabu, 15 Juli 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 152
(Foto: Folmer)
Jajaran Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, gencar mensosialisasikan program pilah sampah dari sumbernya di pemukiman padat penduduk wilayah RT 15/ RW 08.
Lurah Tanah Tinggi, Heru Tri Prasetyo mengatakan, sosialisasi dilakukan secara door to door ke rumah warga bersama pengurus RT dan RW serta kelompok pemuda setempat.
Untuk merubah pola pikir warga
Bukan cuma itu, menurut Heru, di lokasi itu juga sudah didirikan bank sampah untuk menampung botol plastik air mineral bekas dari warga maupun penghuni rumah kos.
Sementara, sampah organik dari sisa makanan yang sudah dipilah dari rumah warga, dikumpulkan untuk diolah sebagai pakan budidaya maggot dan pupuk kompos cair dan padat.
"Sosialisasi digencarkan untuk merubah pola pikir warga. Alhamdulillah, sekitar 50 hingga 60 persen rumah warga padat penduduk di RT 15/RW 08 secara mandiri sudah memilah sampah. " ungkap Heru, Rabu (15/7).
Ia menuturkan, pihaknya bersama Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Johar Baru juga melakukan pemasangan stiker rumah memilah sampah agar memacu warga lainnya melakukan tindakan serupa.
Pengurus RT juga, menurut Heru, rutin memeriksakan tong sampah pilah di setiap rumah untuk memastikan sampah anorganik dan organik tidak bercampur.
"Kami sudah menetapkan penerapan pilah sampah warga RT 15/RW 08 sebagai pilot project untuk diketuktularkan ke RW lain, karena semua pihak termasuk warga terlibat aktif," tuturnya.
Ketua RT 15/RW 08 Tanah Tinggi, Farid Pahlevi memaparkan, pihaknya menyediakan tong sampah dari kaleng cat bekas dan disebar di beberapa gang untuk memudahkan warga membuang sampah organik. Serta penyediaan wadah penampungan besar untuk mengumpulkan botol plastik air mineral khususnya bagi penghuni rumah kos.
"Kami juga rutin mengimbau penghuni rumah kos dan warga membawa sampah botol air mineral bekas untuk dibuang di wadah penampungan yang sudah tersedia. Sementara sisa makanan dapat dibuang beberapa tong sampah," bebernya.
Ia menambahkan, hasil penjualan botol air mineral bekas setiap pekan dikumpulkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.
"Kami optimis kesadaran warga akan terus meningkat seiring perubahan perilaku mengelola sampah di lingkungan secara bertahap," tandasnya.