Jumat, 03 Juli 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 128
(Foto: Anita Karyati)
Warga di RW 22, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara mengikuti sosialisasi Gerakan Pilah Sampah (GPS) dan Gerakan Penyuluhan Keluarga Serentak di Kantor Sekretariat RW setempat.
"Pengelolaan sampah dari sumbernya"
Sebelum kegiatan sosialisasi dimulai, jajaran Kecamatan Kelapa Gading bersama kader dan warga terlebih dahulu melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara door to door. Dari hasil pemeriksaan, masih ditemukan jentik nyamuk di sejumlah rumah warga.
Wakil Camat Kelapa Gading, Suci Shintya Polaputri mengatakan, temuan tersebut menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Untuk itu, ia mengajak warga rutin memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk.
"Temuan ini menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Saya mengajak seluruh warga untuk rutin memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk," ujarnya, Jumat (3/7).
Suci mengajak masyarakat membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah dengan memisahkan sampah organik, seperti sisa makanan dan sayuran, dari sampah anorganik, seperti botol plastik dan kemasan.
"Upaya ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya," terangnya.
Ia berharap, kebiasaan memilah sampah tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat secara berkelanjutan.
"Gerakan ini tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen. Saya harap ilmu yang didapat hari ini jangan berhenti di sini, tetapi sampaikan juga kepada tetangga, keluarga, dan komunitas di lingkungan masing-masing," ungkapnya.
Sekretaris Kelurahan Kelapa Gading Barat, Pitra Seva menambahkan, warga juga mendapatkan sosialisasi Gerakan Penyuluhan Keluarga Serentak yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta.
Ia menuturkan, edukasi keluarga memiliki keterkaitan erat dengan pengelolaan sampah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Keluarga yang memahami cara mengelola lingkungan secara mandiri akan memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan kesejahteraan.
"Kami ingin setiap keluarga memiliki kesadaran bahwa lingkungan yang bersih dan sehat berawal dari pengelolaan sampah yang baik di tingkat rumah tangga," ucapnya.
Sementara itu, Ketua RW 22,.Kelurahan Kelapa Gading Barat, Sukri Muhammad Ali mengapresiasi penyelenggaraan sosialisasi tersebut.
Sukri menjelaskan, warga di wilayahnya sudah menerapkan pemilahan sampah sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, di RT 06 telah terbentuk bank sampah yang aktif beroperasi.
"Saya berharap sembilan RT di wilayah saya dapat bergerak bersama melakukan pemilahan sampah. Adanya sinergisitas seluruh warga, kami optimistis lingkungan RW 22 akan semakin bersih, asri, dan terhindar dari berbagai penyakit," tandasnya.