Petugas Gabungan Periksa Dugaan Menu Olahan Daging HPR di Dua Rumah Makan

Rabu, 08 Juli 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 783

IMG 20260708 WA0047

(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)

Petugas gabungan dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), PPKUKMP, PTSP, Parekraf dan Satpol PP Jakarta Barat, Rabu (8/7), melakukan pengawasan ke dua rumah makan di wilayah Kelurahan Meruya Utata, Kecamatan Kembangan dan Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk. 

Menurut Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, Tanti, pengawasan dilakukan karena dua rumah makan ini diduga menyajikan olahan daging hewan penyebar rabies (HPR) sebagai menu.

Sampel produk panganan telah dikirim ke laboratorium

Tanti mengatakan, kegiatan ini untuk menegakkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta nomor 36 tahun 2025 yang menetapkan pengendalian dan larangan perdagangan, serta jual beli daging HPR seperti anjing dan kucing untuk konsumsi.

"Di rumah makan pertama, kami melakukan pembinaan kepada pelaku usaha tentang isi dari Pergub tersebut agar tidak memperjualbelikan HPR sebagai produk tujuan pangan," katanya.

Kemudian, di rumah makan kedua yang ada di wilayah Kecamatan Kebon Jeruk, Tanti mengaku telah melakukan pemeriksaan terhadap produk panganan yang telah matang maupun bahan baku.

Selain itu, petugas juga melakukan pengambilan sampel untuk memastikan apakah produk panganan itu termasuk produk HPR.

"Sampel produk panganan telah dikirim ke Laboratorium Kesmafet di Pusyankeswannak Bambu Apus, untuk diteliti lebih lanjut. Diperikirakan proses penelitian membutuhkan waktu selama sekitar satu hari," ucap Tanti.

Bila nantinya sampel panganan itu terbukti produk HPR sebagai tujuan pangan, Tanti menegaskan akan ada sanksi yang diberikan kepada pelaku usaha. Sesuai Pergub nomor 36 tahun 2025, sanksi diberikan secara bertahap, dimulai dari teguran tertulis, penyitaan hingga penutupan usaha.

Tanti menambahkan, DKI Jakarta telah dinyatakan bebas rabies sejak 1995 lalu. Karena itu, segala aktivitas masyarakat terkait dengan penyebaran rabies terus dipantau dan diawasi. Termasuk apa yang dilakukan masyarakat terhadap HPR sebagai tujuan pangan.

"Karena pada saat prosesnya itu berisiko untuk penularan rabies kepada manusia," tandasnya.

BERITA TERKAIT
PSX 20260617 163852

Rumah Makan Sajikan Olahan Daging HPR Dapat Surat Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 494

Gubernur Pramono memberikan keterangan pers setelah audiensi Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI)

Jakarta Siapkan Pergub Larangan Jual Beli Daging Anjing dan Kucing

Senin, 13 Oktober 2025 2390

KPKP Jakbar Bakal Lakukan Vaksinasi HPR di Lima Kelurahan

KPKP Jakbar Bakal Lakukan Vaksinasi HPR di Lima Kelurahan

Selasa, 07 Juli 2026 492

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 6742

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 2829

Munjirin Tinjau Ring Tinju Flyover Kampung Melayu

Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

Senin, 26 Oktober 2026 5662

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 1602

Road to lerata run anita

Road to Larata Run 2026 Padukan Olahraga dan Transportasi Publik

Sabtu, 31 Oktober 2026 1190

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks