Jumat, 03 Juli 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Andry 170
(Foto: Istimewa)
Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin mendukung pembangunan jaringan air bersih di ibu kota. Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaan proyek dilakukan secara lebih tertib, tepat waktu, serta mengutamakan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
"Keselamatan warga jadi prioritas,"
Menurut Suhud, berbagai keluhan warga terkait proyek galian perlu menjadi perhatian serius. Sejumlah masyarakat mengeluhkan kemacetan, kebisingan, hingga penyempitan badan jalan yang diduga akibat pekerjaan di sejumlah ruas jalan.
"Pembangunan air bersih tentu kita dukung karena manfaatnya besar bagi masyarakat. Tetapi pelaksanaannya juga harus memperhatikan dampak di lapangan agar warga tidak terus-menerus dirugikan," ujar Suhud, Jumat (3/7).
Ia menilai, pemerintah bersama pelaksana proyek perlu memberikan kepastian mengenai target penyelesaian pekerjaan. Dikatakan Suhud, proyek yang berlangsung terlalu lama hanya akan menambah beban masyarakat, terutama pengguna jalan dan pelaku usaha di sekitar lokasi.
"Harus ada kejelasan target penyelesaian dan pekerjaan dipercepat semaksimal mungkin. Jangan sampai proyek berkepanjangan dan menimbulkan keluhan yang terus berulang," katanya.
Selain itu, Suhud menekankan pentingnya aspek keselamatan selama proses pembangunan berlangsung. Ia meminta, seluruh lokasi proyek dilengkapi pagar pengaman, rambu lalu lintas, serta penerangan yang memadai untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
"Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Pengamanan lokasi proyek tidak boleh diabaikan karena menyangkut nyawa dan keselamatan pengguna jalan," tegasnya.
Suhud juga meminta adanya perhatian terhadap warga yang terdampak langsung akibat aktivitas proyek. Salah satunya masyarakat yang mengalami gangguan usaha maupun akses lingkungan.
"Kalau memang ada warga yang terdampak langsung dan mengalami kerugian, perlu dipikirkan bentuk kompensasi atau solusi yang adil agar masyarakat tetap merasa diperhatikan," tambahnya.
Ia berharap, pemerintah dan seluruh pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh agar pembangunan jaringan air bersih dapat berjalan sesuai target tanpa mengorbankan keselamatan, kenyamanan, maupun aktivitas masyarakat.
"Kita ingin proyek ini berhasil, layanan air bersih meningkat, tetapi warga juga tetap aman, nyaman, dan tidak merasa ditinggalkan selama proses pembangunan berlangsung," tandas Suhud.