Senin, 29 Juni 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 269
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu terus melaksanakan pemeliharaan tanggul kubus masif melalui metode pengecoran di kawasan Dermaga RT 01/01, Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Hingga saat ini, progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 57 persen.
"Pengerjaan sudah dimulai sejak awal Mei"
Kepala Suku Dinas SDA Kepulauan Seribu, Frans Agustinus Siahaan mengatakan, pengecoran tanggul merupakan bagian dari program penataan kawasan di Pulau Untung Jawa. Selain memperkuat infrastruktur pesisir, pekerjaan tersebut juga bertujuan meningkatkan estetika kawasan di sekitar dermaga.
"Pengecoran ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi warga maupun wisatawan. Nantinya, tanggul dapat dimanfaatkan sebagai jalur jogging maupun tempat bersantai," ujarnya, Senin (29/6).
Frans menjelaskan, pengecoran tanggul dengan lebar empat meter tersebut ditargetkan dilakukan sepanjang 300 meter.
"Hingga kini, pengecoran telah rampung sepanjang 170 meter atau sekitar 57 persen dari target," terangnya.
Menurutnya, proses pengerjaan melibatkan sebanyak 12 personel Pasukan Biru dengan kelengkapan peralatan kerja.
"Untuk pengerjaan sudah dimulai sejak awal Mei 2026," ungkapnya.
Ia menuturkan, saat ini pihaknya terus mempercepat pelaksanaan pekerjaan agar dapat selesai sesuai target, meskipun petugas juga harus membagi fokus dengan kegiatan langsir kubus masif.
"Kami menargetkan pekerjaan ini selesai secepatnya agar fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat," bebernya.
Ia berharap, masyarakat dapat turut menjaga infrastruktur yang sudah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
"Semoga penataan kawasan ini dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus mendukung aktivitas perekonomian warga Pulau Untung Jawa. Setelah proses pengecoran selesai, tanggul juga akan dicat agar tampil lebih rapi dan estetik," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang warga RT 02/01, Kelurahan Pulau Untung Jawa, Eva (47) mengapresiasi pengecoran tanggul yang tidak hanya memperkuat pelindung pantai dari abrasi, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.
"Kami bisa memanfaatkannya untuk berjalan santai pada pagi atau sore hari. Selain itu, kami juga merasa lebih aman karena tanggul yang kokoh mampu menahan abrasi pantai," tandasnya.