Rabu, 01 Juli 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 184
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menargetkan, sembilan kelurahan menuntaskan masalah buang air besar sembarangan (BABS) atau open defecation free (ODF) pada tahun ini.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna menjelaskan, dari total 56 kelurahan, sebanyak 43 kelurahan telah mendeklarasikan komitmen mensukseskan sanitasi total berbasis masyakat (STBM) untuk menuntaskan persoalan ODF di wilayahnya.
Saat ini, 13 kelurahan telah bebas BABS murni,"
"Kami berkomitmen menuntaskan persoalan buang air besar sembarangan (BABS) di 56 kelurahan secara bertahap. Saat ini, 13 kelurahan telah bebas BABS murni," ujarnya, Rabu (1/7).
Dijelaskan Sahruna, BABS dibagi menjadi dua kategori yakni, BABS terbuka, yaitu keluarga yang tidak memiliki jamban. Kedua, kategori tertutup yaitu keluarga yang memiliki jamban tapi tidak memiliki tanki septic dan air kotoran langsung dialirkan ke saluran air.
Ditegaksan Sahruna, pihaknya akan terus berupaya menuntaskan persoalan BABS tertutup yang tersisa di 43 kelurahan.
"Untuk tahun ini, kami targetkan sembilan kelurahan bebas BABS tertutup dengan membangun tanki septic komunal," ungkapnuya.
Semblan kelurahan yang ditarget tuntas BABS pada tahun ini, yaitu Kelurahan Kedaung Kali Angke (tersisa 37 KK BABS tertutup), Rawa Buaya (97 KK), Jelambar (80 KK) dan Keseluruhan Semanan (tersisa 75 KK BABS tertutup).
Lalu, Kelurahan Kelapa Dua (tersisa 52 KK BABS tertutup), Kembangan Selatan (35 KK), Palmerah (87 KK), Glodok (8 KK) dan Kelurahan Mangga Besar (tersisa 41 KK BABS tertutup).
Menurut Sahruna, pihaknya akan melibatkan CSR agar bisa mempercepat akselarasi program pembangunan tanki septik komunal.
"Selain Sudin SDA, pembangunan tanki septic komunal akan melibatkan CSR. Mudah-mudahan semua bisa terealisasi sesuai rencana," tandasnya.