Senin, 29 Juni 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 161
(Foto: Andri Widiyanto)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengapresiasi keterlibatan kalangan perguruan tinggi mewujudkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) atau Open Defecation Free (ODF) di wilayah Kelurahan Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Rano berharap, ke depan peran serta kampus tidak hanya sebatas mengatasi persoalan buang air besar sembarangan (BABS), tapi dapat merambah bidang lain terkait kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
Meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat
"Alhamdulillah, Universitas Trisakti mengambil inisiatif pertama dan tentu saja kita sambut. Kita kerja sama dengan universitas bukan hanya bicara tentang MCK, tapi bagaimana meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat setempat," ujar Rano, usai menghadiri deklarasi komitmen STBM Kelurahan Tomang di RPTRA Mandala RW 04, Senin (29/6).
Dikatakan Rano, kegiatan deklarasi ini merupakan sebuah inisiatif warga yang mendapat dukungan dari sejumlah stakeholder seperti Universitas Trisakti, JNE, PAL Jaya, dan BAZNAS Bazis DKI Jakarta. Kolaborasi ini diwujudkan dengan merampungkan pembangunan dan revitalisasi tujuh unit MCK komunal di wilayah Kelurahan Tomang.
Berdasar data, ungkap Rano, saat ini dari 297 kelurahan di Jakarta sebanyak 194 di antaranya atau sekitar 72,6 persen telah mendeklarasikan komitmen ODF.
"Persoalan BABS masih menjadi kendala di Jakarta. Karena itu, kami terus mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk mengentaskan persoalan itu," tukas Rano.
Selama ini, sambung Rano, jajarannya terus berupaya mengentaskan persoalan RW Kumuh di DKI Jakarta. Alhasil BPS telah mengumumkan bahwa jumlah RW kumuh yang sebelumnya mencapai 468 menjadi 211 pada 2026 ini.
Menurutnya, berbagai upaya yang telah dilakukan ini nantinya akan juga berdampak terhadap penilaian indeks kota global Jakarta.
Dijelaskannya, peringkat indeks kota global Jakarta dalam dua tahun telah meningkat dari urutan ke 74 menjadi urutan ke 71 setelah berbagai upaya yang dilakukan.
"Saya yakin, mungkin dalam Agustus akan meningkat. Akibatnya kalau dengan indeks city global ini, Jakarta diakui sebagai kota metropolitan," tegasnya.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah menjelaskan, pengentasan persoalan BABS (Buang Air Besar Sembarangan) di Kelurahan Tomang dilakukan dengan pembangunan lima unit MCK komunal dan merevitalisasi dua unit MCK komunal. Ketujuh MCK itu melayani 503 KK dengan 1.278 jiwa.
"Kami mengajak para kolaborator untuk membantu. Hal ini tentu menjadi bentuk kerja sama yang sangat sinergis dan sangat baik untuk masyarakat yang diberikan para kolaborator," tandasnya.