Selasa, 30 Juni 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 415
(Foto: Nurito)
Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Timur mengadakan pelatihan gratis Peningkatan Kapasitas Pelaku UKM di Kantor Wali Kota setempat. Pelatihan ini sangat direspons positif dan dirasakan manfaatnya oleh pelaku UKM.
"Kesempatan dipasarkan di jaringan ritel modern"
Salah seorang pelaku usaha binaan (Jakpreneur) asal Kecamatan Pasar Rebo, Mirna menuturkan, pelatihan ini sangat bermanfaat sebagai bekal untuk lebih mengembangkan usahanya.
Mirna menyampaikan, memiliki usaha Mirror's Kitchen dengan produksi stik kentang, berbagai jenis bolu dan kue tradisional. Namun, sejauh ini masih menghadapi kendala dalam hal pemasaran.
"Mudah-mudahan melalui pelatihan dan proses kurasi ini produk kami bisa lebih dikenal dan memiliki kesempatan dipasarkan di jaringan ritel modern," ujarnya, Selasa (30/6).
Sekretaris Kota Jakarta Timur, Eka Darmawan mengatakan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing UKM.
Menurutnya, sinergisitas tersebut diharapkan mampu melahirkan produk-produk berkualitas, inovatif, dan berdaya saing hingga mampu menembus pasar ritel modern.
"Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin dan semakin diperkuat pada masa mendatang," harapnya.
Eka mengajak masyarakat untuk lebih mencintai dan membeli produk UKM lokal. Sebab, dukungan terhadap produk dalam negeri tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat perekonomian daerah.
"Semoga dengan pelatihan ini mampu meningkatkan kapasitas, kualitas produk, serta kemampuan pelaku UKM dalam mengembangkan usahanya agar memberikan dampak positif terhadap ketahanan ekonomi keluarga maupun pertumbuhan ekonomi di Jakarta Timur," imbuhnya.
Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Timur, Andi Ahmad Refi, sebanyak 100 peserta pelatihan dari 10 Kecamatan di Jakarta Timur ini merupakan pelaku UKM di bidang kuliner yang memproduksi berbagai makanan olahan, seperti keripik, camilan, makanan ringan, dan produk pangan lainnya.
"Seluruh peserta telah memiliki legalitas usaha, di antaranya Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) atau izin BPOM, serta sertifikat halal sebagai syarat untuk memasuki pasar ritel modern," bebernya.
Dalam pelatihan ini, lanjut Andi, seluruh peserta diminta membawa produknya untuk mengikuti proses kurasi yang dilakukan bersama PT Indomarco Prismatama (Indomaret).
Sementara itu, Microeconomics Project Executive PT Indomarco Prismatama, Purwando Wahyudi menegaskan komitmen mendukung pelaku UKM naik kelas melalui program kemitraan.
"Kami ingin membantu UKM memasarkan produknya di depan gerai-gerai Indomaret. Saat ini sudah ada sekitar 14 ribu pelaku UKM yang menjalankan usahanya melalui jaringan toko Indomaret," tandasnya.
.