Selasa, 23 Juni 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 141
(Foto: Nurito)
Sebanyak 50 warga mengikuti Pelatihan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Kejuruan Aneka Kue Angkatan II Tahun 2026 yang diadakan Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Timur di RPTRA Mustika Ratu, Kelurahan Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati.
"Meningkatkan kemampuan berwirausaha"
Program pelatihan berbasis jemput bola ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru di bidang kuliner, khususnya aneka kue.
Kasubbag Tata Usaha Suku Dinas Nakertransgi Jakarta Timur, Aldino Septa Nugraha mengatakan, pelatihan tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha dan sumber penghasilan keluarga.
"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan berwirausaha sekaligus menambah pengetahuan masyarakat di bidang pembuatan aneka kue. Semoga keterampilan yang diperoleh peserta dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga," ujarnya, Selasa (23/6).
Aldino menjelaskan, pelatihan menghadirkan instruktur profesional, Chef Chilla Puspasari yang memberikan materi dan praktik pembuatan berbagai jenis kue.
Menurutnya, sebanyak 50 peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan perwakilan dari lima kecamatan di Jakarta Timur, yakni Pasar Rebo, Makasar, Ciracas, Cipayung, dan Kramat Jati.
"Pelatihan berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juni 2026," terangnya.
Selama pelatihan, lanjut Aldino, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung membuat berbagai produk kuliner. Setiap harinya, jenis kue yang dipelajari berbeda-beda.
"Pada sesi pelatihan hari ini, peserta mempraktikkan pembuatan aneka donat, karipap, dan kue khas Thailand," ungkapnya.
Ia menuturkan, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha mandiri, seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan akan mendapatkan bantuan peralatan berupa mixer.
"Bantuan ini diharapkan dapat menjadi modal awal bagi peserta yang ingin memulai usaha rumahan di bidang kuliner," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, Anisa (46) mengaku sangat senang mendapatkan bekal keterampilan dan membuka kesempatan untuk memperluas jaringan.
"Saya sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini. Selain menambah ilmu tentang cara membuat kue, saya juga mendapatkan banyak teman baru," imbuhnya.
Ia menuturkan, setelah pelatihan selesai berencana mempraktikkan ilmu yang diperoleh di rumah dan menjadikannya sebagai peluang usaha untuk menambah penghasilan.
"Kalau hasilnya bagus dan ada modal, saya ingin mencoba membuka usaha berjualan aneka kue. Apalagi, nanti kami juga mendapat bantuan mixer yang bisa digunakan untuk memulai usaha," tandasnya.