Selasa, 30 Juni 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 137
(Foto: Fakhrizal Fakhri)
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi menginisiasi pertemuan antara perwakilan warga dengan jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan di Kantor Kecamatan Duren Sawit, Senin (29/6).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan saat kegiatan reses, khususnya terkait penanganan banjir di Kelurahan Klender.
"Penanganan segera direalisasikan,"
Hadir dalam pertemuan itu Wakil Camat Duren Sawit, Andri Priwitama Maila; Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Duren Sawit, A Dody F; Kasi Ekbang Kelurahan Klender, Tya S; Ketua RT 08/03 Kelurahan Klender, Dwi Kurniasih; Ketua RW 1, Rahmad Satrioyono; Ketua RW 2, Muhammad Indra Hafifi; dan Ketua RW 7, Bambang Widiatmoko.
Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan warga menyampaikan kondisi banjir yang terjadi di wilayahnya dengan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan dan mengusulkan sejumlah langkah penanganan yang dapat segera direalisasikan.
Suhaimi mengatakan, tugas DPRD tidak berhenti pada menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga memastikan setiap masukan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait.
"Aspirasi saat reses harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata. Pertemuan ini saya inisiasi agar semua pihak dapat menyamakan data, mengidentifikasi akar persoalan, serta menyusun solusi penanganan banjir yang tepat dan segera direalisasikan," ujar Suhaimi, Selasa (30/6).
Ia memastikan akan terus mengawal hasil pertemuan tersebut dengan membawa seluruh rekomendasi dan aspirasi warga ke tingkat yang lebih tinggi.
Menurutnya, koordinasi akan dilakukan dengan Wali Kota Jakarta Timur, Suku Dinas SDA Jakarta Timur, hingga Dinas SDA DKI Jakarta agar penanganan banjir di Kelurahan Klender segera mendapat perhatian dan dukungan lintas instansi.
Sementara itu, Kasatpel SDA Kecamatan Duren Sawit, A Dody F mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti hasil pertemuan melalui pendalaman teknis di lapangan.
"Kami akan melakukan pengecekan dan pemetaan terhadap titik-titik penyebab genangan. Selanjutnya, hasilnya akan disesuaikan dengan kewenangan dan program penanganan yang dapat dilaksanakan agar upaya penanganan banjir lebih efektif," tandasnya.