Rabu, 03 Juni 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 70
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, Rabu (3/6), menerima audiensi jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik serta Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana.
Selain membahas rencana kolaborasi upaya mitigasi bencana banjir, pertemuan juga mendiskusikan isu pengelolaan lingkungan berbasis komunitas di wilayah Jakarta Barat.
'Kami menanti peran aktif dan kontribusi nyata mahasiswa,"
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian dan kepekaan sosial yang ditunjukkan BEM Universitas Mercu Buana. Iin juga berharap mereka bisa turut andil kerja nyata untuk kemanfaatan dan kemaslahatan warga di Jakarta Barat.
"Kami menanti peran aktif dan kontribusi nyata mahasiswa dan civitas akademik kampus melalui aksi nyata, penelitian serta praktek teknologi yang dapat diterapkan untuk kemanfaatan dan kemaslahatan masyarakat," ujarnya.
Dalam pertemuan ini, Iin memaparkan lima program strategis yang tengah berjalan di Jakarta Barat, yaitu penataan kawasan ODF (Open Defecation Free) di Kelurahan Tomang, Kolaborasi pembangunan enam MCK Komunal bersama universitas dan lembaga sosial guna mewujudkan kawasan sehat bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS)
Lalu, penataan kawasan industri konveksi Tambora melalui upaya pembenahan wilayah padat penduduk guna meningkatkan kesejahteraan dan penataan lingkungan yang lebih bersih
Kemudian program mitigasi banjir dan genangan dengan fokus kolaborasi bersama perguruan tinggi dan komunitas untuk optimalisasi saluran air dan penanganan titik rawan genangan, pengurangan sampah dari sumber melalui partisipasi semua pihak
Selanjutnya, program pencegahan tawuran dan kekerasan anak serta perempuan yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi melalui pengaktifan wisata kuliner malam di Kota Tua dan Pecinan.
'Lima program ini selaras dengan rujukan program Tagline "Jaga Jakarta" (Jakarta Aman, Jakarta Bersih, dan Jakarta Sehat)," beber Iin.
Melalui audensi ini, Iin berharap BEM Universitas Mercu Buana dapat menjadi mitra strategis dan agen perubahan yang konsisten membantu mengedukasi warga, menjaga kebersihan saluran air, serta menyumbangkan pemikiran teknis demi mewujudkan Jakarta Barat bebas banjir.
Sementara, Ketua BEM FT Universitas Mercu Buana, Habieb menyampaikan hasil observasi lapangan dan studi literatur yang mereka lakukan, terkait permasalahan genangan banjir, ketersedian rumah pompa serta kondisi aliran kali di wilayah Jakarta Barat.
"Ini bentuk kepedulian kami terhadap permasalahan banjir dan tanah longsor, terkhusus di Kali Pesanggrahan dan Kali Angke," tandasnya.